"Memang ada kenaikan tipis 0,03 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 99,92 tapi belum bisa menembusi level 100," kata Kepala BPS Maluku Diah Utami, di Ambon, Selasa.
Kenaikan ini disebabkan oleh perubahan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,61 persen, lebih tinggi dibanding perubahan indeks harga yang dibayar petaniyang naik sebesar 0,59 persen.
Capaian NTP tertinggi pada Bulan Mei 2014, kata Diah Utami, terjadi pada sub sektor hortikultura sebesar 107,18 dan NTP terendah terjadi di sub sektor tanaman pangan 93,62.
NTP Provinsi Maluku selama Bulan Mei mengalami kenaikan tertinggi pada sub sektor perikanan sebesar 0,81 persen yang disumbangkan oleh peningkatan pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,16 persen.
Sedangkan untuk sub sektor tanaman pangan mengalami penurunan terbesar 0,68 persen.
Pada Bulan Mei 2014, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Maluku sebesar 0,69 persen.
"Kondisi ini dipengaruhi fluktuasi harga di beberapa kelompok pengeluaran, terutama disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,18 persen," katanya.
Sementara di kelompok kesehatan dan kelompok sandang mengalami penurunan tertinggi yakni 0,14 persen.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.