Ambon, (Antara Maluku) - Sehari menjelang Pilpres 9 Juli 2014, sejumlah pemilih di Kota Ambon, provinsi Maluku belum dapat undangan pemilih agar bisa mempergunakan hak politiknya di tempat pemungutan suara (TPS).

"Hingga petang ini saya bersama istri belum menerima formulir C-6 atau undangan pemilih agar bisa memilih besok (9/7)," kata Ongen, warga Kelurahan Kayu Putih, Desa Soya, Kota Ambon, Selasa petang.

Ongen mengaku dia bersama istrinya akan menyalurkan aspirasi politiknya pada TPS V, Kelurahan Kayu Putih yang sebelumnya menjadi tempat menyalurkan hak suaranya saat Pemilu legilatif, April 2014.

Ongen mengaku beberapa tetangganya juga mengaku belum memperoleh undangan pemilih untuk mengikuti pesta demokrasi guna menentukan pemimpin bangsa lima tahunan tersebut.

"Mudah-mudahan malam ini surat undangannya diantar oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS), sehingga besok saya bersama istri maupun tetangga lain bisa ikut memilih pasangan Capres - Cawapres sesuai hati nurani," katanya.

Atus, Warga Kelurahan Kudamati, Kota Ambon juga mengaku tiga anggota keluarganya belum memperoleh undangan pemilih untuk mengikuti Pilpres.

"Baru saya bersama istri yang memperoleh undangan, sedangkan dua orang anak dan menantu belum memperoleh undangannya," ujar Atus.

Dia mengaku, telah mengecek undangan tiga orang anggota keluarganya kepada KPPS setempat, di mana diperoleh penjelasan bahwa sedang dipersiapkan dan akan dibagikan pada Selasa malam.

Sedangkan beberapa warga Kudamati mengaku akan mendatangi TPS di lingkungan tempat tinggal mereka untuk ikut mencoblos, kendati tidak memperoleh undangan pemilih.

"Saat pemilu legistaif April lalu kami kebagian undangan, tetapi hingga sore ini belum memperoleh undangan untuk memilih pada Pilpres 9 April," ujar beberapa pemuda di Kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Mereka menegaskan akan mendatangi TPS di lingkungan tempat tinggal mereka dan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti jati diri kepada petugas KPPS agar bisa memilih pemimpin bangsa.

Pemilihan presiden dan wakil presiden akan diikuti dua pasangan calon yakni Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo -Jusuf Kalla, nomor urut dua.

Pasangan Prabowo-Hatta didukung partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB, dan Golkar, sementara pasangan Jokowi-JK didukung PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI.

Pewarta: James F. Ayal
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026