"Telah ditemukan sejumlah situs dengan format yang persis sama dengan situs Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bahkan yang lebih sadis lagi adalah ketika para peserta tes membuka situs tersebut dimintai membayar biaya pendaftaran sebesar Rp133 ribu ke salah satu oknum yang notabene adalah pelaku pembuat situs tiruan tersebut," kata Englith di Ternate, Kamis.
Ia meminta pelamar yang menemukan situs-situs seperti itu agar melaporkan ke pihak terkait untuk selanjutnya diselidiki, sebab pendaftaran seleksi CPNS tidak dipungut biaya sepeserpun.
"Pendaftar tes CPNS tidak dipungut biaya, apalagi itu melalui situs-situs Men-PAN dan RB, sangat mustahil. Kami tidak pernah melakukan pemungutan uang pendaftaran," ujarnya.
Ia meminta seluruh peserta pelamar umum CPNS pada saat melakukan pendaftaran lebih teliti lagi agar terhindar dari modus penipuan yang mengatasnamakan Kem-PAN dan RB.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026