"Secara kumulatif ekspor Malut dari Januari hinga Juli 2014 sebesar 26,70 juta dollar terjadi penurunan sebesar 93,50 persen dibandingkan dengan ekspor Jan-Juli 2013 sebesar 411,06 juta dollar dengan volume ekspor Malut pada Juli 2014 sebesar 2,49 ribu ton mengalami peningkatan sebesar 13,03 persen bila dibandingkan dengan Juni 2014 sebesar 2,21 ribu ton," kata Kepala BPS Malut, M Habibullah di Ternate, Selasa.
Ia mengatakan, secara kumulatif volume ekspor Malut dari Januari hingga Juli 2014 sebesar 655,297 ribu ton terjadi penurunan sebesar 93,55 persen dibandingkan dengan volume ekspor Jan-Juli 2013 sebesar 10,16 juta ton.
Selain itu, untuk komoditi ekspor Malut Juli 2014 adalah Kopra dengan Negara tujuan ekspor Philipina. Negara tujuan ekspor Maluku Utara pada Jan-Juli 2014 adalah Cina, Philipina, dan Yunani dengan share masing-masing sebesar 69,51 persen, 24,22 persen, dan 6,27 persen.
Sedangkan untuk impor pada Juli 2014, Malut tercatat melakukan impor berupa Bahan Bakar Mineral sebesar 1,92 juta dollar dari Singapura, dimana volume impor Maluku Utara pada Juli 2014 sebesar 1,68 ribu ton.
Ia mengatakan, impor Malut untuk Januari-Juli 2014 sebesar 4,54 juta dollar atau naik sebesar 86,85 persen dibandingkan dengan Jan-Juli 2013 sebesar 2,43 juta dollar.
Begitu pula, untuk volume impor Jan-Juli 2014 sebesar 4,19 ribu ton atau turun sebesar 4,26 persen dibandingkan dengan Jan-Juli 2013 sebesar 4,37 ribu ton.
Pada Bulan sebelumnya, secara kumulatif ekspor Malut Januari-Mei 2014 sebesar 23,10 juta dollar atau terjadi kenaikan bila dibandingkan dengan bulan ini.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.