Ternate (Antara Maluku) - Aktivitas SPBU di Kota Ternate, Maluku Utara, tetap normal dan tidak membuat warga panik meskipun ada rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Hal ini bisa dilihat pada sejumlah SPBU di Kota Ternate yang sepi dari antrean panjang kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Oleh karena itu, Pemkot Ternate berharap agar tak ada pihak yang menimbun BBM terkait rencana kenaikan harga BBM," kata Kabag Humas Pemkot Ternate, Sutopo Abdullah, di Ternate, Sabtu.

Ia mengatakan SPBU di kawasan Maliaro, misalnya, antrean kendaraan tampak seperti biasanya yakni hanya sekitar 4 sampai 5 motor. Belum ada peningkatan.

Menurut dia, meski sebagian besar warga sudah mengetahui adanya rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, di Kota Ternate hal tersebut, tidak terlalu memengaruhi aktivitas warga.

"Mungkin karena di Kota Ternate banyak pengecer, jadi kenaikan harga BBM tidak terlalu berpengaruh dan pemkot berharap agar tak ada lagi yang mencoba memanfaatkan situasi ini dengan cara menimbun BBM," katanya.

Sementara itu, salah seorang pengelola SPBU di Ternate, Risman Kaka, menyatakan situasi antrean di SPBU Kalumata sampai saat ini masih dalam batas kewajaran.

Dia berharap, rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tidak membuat kuota BBM untuk Kota Ternate berkurang.

Terpisah, Sunadi salah seorang warga Kalumata yang ditemui saat mengisi BBM di SPBU Kalumata mengatakan, kondisi di SPBU Kalumata berlangsung seperti biasanya.

Dia mengaku tidak ada antrean yang signifikan dalam beberapa hari terakhir di SPBU Kalumata, tidak ada antrian panjang, kalaupun ada antrian, paling malam hari, itupun tidak panjang.

Dia berharap, tidak ada kepanikan warga menjelang kenaikan harga BBM, sebab kuota untuk Kota Ternate tidak berkurang, sebenarnya bukan kepanikan, tapi penimbunan yang dilakukan sejumlah pengecer jelang kenaikan BBM, jadi mereka membeli BBM sekarang dan baru menjualnya saat BBM sudah naik.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026