"Panen rumput laut dilakukan serentak oleh tiga kelompok nelayan budi daya di tiga desa, dengan tingkat produksi yang cukup signifikan yakni mencapai 12 ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kota Ambon, Fernanda Louhenapessy, Selasa.
Menurut dia, panen rumput laut yang dilakukan delapan kelompok budi daya dengan jenis Eucheuma cottoni, yang ditanam menggunakan metode rakit paralon dan kantong.
Luas potensi budi daya rumput laut sebesar kurang lebih tiga hektare dengan perincian masing-masing kelompok mendapat satu paket atau 240 kg bibit rumput laut.
"Proses panen dilakukan setelah melewati masa tanam 45- 47 hari untuk satu siklus tanam di kedalaman 7-10 meter," katanya.
Fernanda mengatakan, luas wilayah kota Ambon untuk budi daya terdiri atas empat wilayah yaitu Teluk Ambon Dalam, Teluk Ambon Luar, Baguala dan Pesisir semenanjung Leitimur.
Luas potensi untuk budi daya sebesar kurang lebih 1.000 hektare, dan yang sudah dimanfaatkan sebesar 200 hektare atau 20 persen wilayah, oleh 25 kelompok budi daya yang sebagian berasaldari Teluk Ambon Baguala dan Leitimur Selatan.
Dijelaskannya, rumput laut saat ini telah menjadi salah satu komoditas perikanan yang penting, dikarenakan waktu pemeliharaanya yang singkat, pemeliharaannya mudah serta harga jual yang relatif baik dibandingkan komoditas lainnya.
"Dengan memerhatikan ketersediaan lahan budi daya perikanan yang belum optimal, maka kami yakin jika diupayakan pemanfaatan secara intensif dan berkelanjutan, akan memberikan kontribusi yang besar untuk peningkatan kesejahteraan dan pendapatan asli daerah (PAD)," tandasnya.
Dalam panen rumput laut, kata Fernanda, juga dilakukan penandatanganan berita acara jual beli bibit rumput laut kepada dua kelompok budi daya di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah.
"DKP Ambon juga telah menyalurkan bibit rumput laut ke beberapa daerah seperti kabupaten SBB dan SBT dengan jumlah lima ton berat basah," katanya.
Pewarta: Penina MayautEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.