Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerukan agar generasi muda terutama peserta program prioritas Kementerian Kebudayaan yang turut serta Belajar Bersama Maestro (BBM) mampu mengembangkan juga merawat musik keroncong Indonesia.
"Musik keroncong adalah bagian tak terpisahkan dari identitas musik Indonesia. Ia lahir dari proses akulturasi yang wajar, tetapi memiliki jiwa yang sepenuhnya Indonesia. Perjalanan keroncong dalam sejarah musik kita begitu panjang, bahkan sejak abad ke-16," ujar Menbud dalam keterangan pers di Jakarta, Senin.
Adapun program BBM musik keroncong digelar bersama maestro Sundari Soekotjo di Jaya Suprana Institut.
Program Belajar Bersama Maestro merupakan bagian penting dari manajemen bakat di bidang kebudayaan yang diluncurkan Juli lalu.
Fadli kemudian menyampaikan kepada para peserta bahwa kesempatan belajar bersama maestro ini, khususnya bagi generasi muda, sangatlah berharga.
Ia turut menyampaikan harapannya agar mereka dapat menjadi jembatan bagi generasi berikutnya untuk melestarikan keroncong, bahkan kedepannya dapat menjadi maestro di bidangnya.
"Saya berharap para peserta didik hari ini dapat menjadi jembatan untuk generasi mendatang dalam merawat dan mengembangkan musik keroncong. Semoga suatu saat nanti, keroncong dapat menjadi kontribusi penting Indonesia bagi peradaban dunia," harapnya.
Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung program semacam ini sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban global.
Proses penyelenggaraan BBM antara lain mewajibkan para peserta untuk tinggal bersama para maestro di padepokan, rumah, atau workshop, selama kurang lebih tiga minggu.
Format ini memberi kesempatan pendalaman praktik seni secara langsung dan pengalaman hidup bersama maestro sesuai disiplin seni masing-masing.
Program BBM tahun ini diikuti oleh 60 seniman muda berusia 18–25 tahun, yang terpilih dari 573 pendaftar dari 189 perguruan tinggi di 31 provinsi.
Para peserta menjalani residensi mulai 20 Juli hingga 18 Agustus 2025 di enam bidang seni yang dibimbing langsung oleh maestro Indonesia yaitu sastra bersama Gus TF Sakai (Padang Panjang), pedalangan bersama Ki Purbo Asmoro (Solo), seni teater bersama Iman Soleh (Bandung), seni tari bersama Didik Nini Thowok (Yogyakarta), seni musik keroncong bersama Sundari Soekotjo (Jakarta), dan seni lukis bersama Nasirun (Yogyakarta).
BBM merupakan program prioritas untuk menjembatani ekosistem kebudayaan dan pendidikan inklusif di Indonesia.
Proses penyelenggaraan BBM tidak terbatas pada pewarisan pengetahuan dan keterampilan maestro kepada peserta.
Pada tahap kedua ini para peserta diarahkan untuk menciptakan karya seni baik secara mandiri maupun kolaborasi. Kemudian pada tahap akhir, yakni presentasi atau Panen Karya, para peserta diarahkan untuk mempresentasikan, mempertunjukkan, atau memamerkan hasil karya seni mereka di ruang publik.
Program BBM dilaksanakan sebagai upaya melestarikan dan melindungi pengetahuan serta ekspresi seni dan budaya, dengan tujuan antara lain untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas para seniman muda, mewariskan keterampilan, memberikan keteladanan, dan menularkan kesuksesan serta sebagai internalisasi nilai-nilai budaya dari para maestro kepada para seniman muda.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menbud serukan peserta BBM mampu kembangkan dan rawat musik keroncong
Pewarta: Sinta AmbarwatiUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026