Ambon (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku memberi pelatihan dasar-dasar konservasi bagi masyarakat di Kecamatan Teon, Nila, Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah untuk menjaga kelestarian laut setempat.

Kepala DKP Provinsi Maluku, Erawan Asikin dalam keterangan yang diterima di Ambon, Jumat  menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus memberi manfaat ekonomi bekerja sama dengan  dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)

“Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan kawasan konservasi di Maluku, khususnya di Kepulauan TNS. Kawasan ini memiliki potensi perikanan dan keanekaragaman hayati yang besar, tetapi juga rentan terhadap ancaman. Dengan keterlibatan masyarakat, kami berharap sumber daya laut tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang berlangsung di Waipia itu melibatkan 94 peserta dari 15 negeri, terdiri atas pemerintah negeri, pemilik petuanan laut, tokoh agama, perwakilan perempuan, hingga generasi muda.

Tujuan utama pelatihan  meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan kawasan konservasi perairan berbasis masyarakat, sejalan dengan rencana pembentukan kawasan konservasi perairan seluas 685.000 hektare di Kepulauan TNS.

Pelatihan dasar-dasar konservasi bagi masyarakat di Kecamatan Teon, Nila, Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah. (ANTARA/HO-Pemprov Maluku)

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Materi juga menyinggung praktik pengelolaan berbasis kearifan lokal seperti sasi laut, zonasi wilayah tangkap, hingga peluang pengembangan pariwisata bahari ramah lingkungan.

Metode yang digunakan bersifat partisipatif, antara lain diskusi kelompok, permainan edukatif, menggambar peta sumber daya pesisir, serta praktik yang menunjukkan keterkaitan antarspesies. Pendekatan ini bertujuan agar peserta memahami pentingnya keseimbangan ekosistem dalam mendukung kehidupan masyarakat pesisir.

Sementara itu Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman, menambahkan bahwa kawasan perairan Maluku, termasuk TNS, merupakan bagian penting dari segitiga karang dunia. Laut Banda bahkan menyumbang sekitar 10 persen produksi perikanan nasional.

“Pelatihan ini diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat, perempuan, dan generasi muda agar tata kelola laut lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari proses perencanaan dan penetapan kawasan konservasi perairan di Kepulauan TNS, yang memiliki ekosistem kaya akan mangrove, lamun, dan terumbu karang serta menjadi habitat penting penyu, mamalia laut, dan ikan bernilai ekonomi tinggi.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026