Malra (ANTARA) - Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai pembukaan lomba goyang Meti Kei, sebagai rangkaian dari Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025, yang digelar pemerintah kabupaten Maluku Tenggara.
Meskipun sempat diguyur hujan, namun tak menyurutkan semangat dan antusiasme dari para peserta lomba dan warga, serta para wisatawan yang memadati Land Mark taman kota Langgur,Senin.
Lomba goyang meti kei diikuti 73 grup yang terbagi atas dua kategori, anak-anak dan remaja sebanyak 36 grup dan kategori dewasa 37 grup.
Yang menarik, sejumlah wisatawan mancanegara tampak antusias ikut bergabung bersama saat pembukaan goyang Meti Kei yang diikuti, Bupati Malra Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Plt Sekda dan Forkopimda, dan warga.
Dengan iringan musik tradisional yang rancak, mereka ikut menari bersama masyarakat setempat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh warna.
Lomba goyang Meti Kei akan berlangsung hingga final pada 23 Oktober 2025 di pantai Ngursadanan Ohoililir, Kecamatan Manyeuw.
Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun mengatakan, Festival Pesona Meti Kei merupakan bentuk apresiasi terhadap budaya dan alam Kei yang menakjubkan.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan kearifan lokal serta potensi pariwisata Maluku Tenggara kepada dunia,” ujarnya.
Festival yang telah menjadi agenda tahunan ini menampilkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba perahu naga, pameran UMKM, kuliner khas Kei, atraksi budaya, hingga puncak perayaan pada 27 Oktober mendatang.
Festival Pesona Meti Kei akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan puncak acara berupa tradisi Meti Kei momen ketika air laut surut jauh hingga menampakkan hamparan pasir putih yang memukau.
Fenomena alam ini menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam yang dijaga turun temurun oleh masyarakat Kei. (DS).
