Malra (ANTARA) - Kemeriahan tampak terlihat saat pembukaan lomba kreasi goyang meti kei yang menjadi salah satu rangkaian Festival Pesona Meti Kei (FPMK) tahun 2025 di Kabupaten Maluku Tenggara.
Lomba goyang meti diikuti puluhan grup dari berbagai kategori usia ini cukup menarik perhatian masyarakat.
Lomba goyang Meti Kei yang menggunakan versi Goyang Meti Kei 3 ini diikuti oleh 73 grup dengan beberapa kategori. Pembukaan lomba ditandai pelepasan balon ke udara oleh Bupati Malra M Thaher Hanubun, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Plt Sekda, serta Forkopimda, yang berlangsung di taman Land Mark Langgur, Senin.
Sambutan Bupati yang dibacakan oleh wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, menyampaikan, pembukaan lomba goyang kreasi Meti Kei sebagai bagian dari rangkaian Festival Meti Kei Tahun 2025.
Menurut Bupati Thaher, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi seni, tetapi juga wujud nyata semangat masyarakat Maluku Tenggara dalam melestarikan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan kegembiraan di tanah Kei.
"Festival Meti Kei merupakan momentum penting bagi kita semua untuk merayakan kekayaan alam dan budaya masyarakat Kei," ujar Rahantoknam mengutip sambutan Bupati.
Ia menyebut, fenomena meti, saat air laut surut jauh hingga menampakkan hamparan pasir putih menjadi simbol keindahan dan keajaiban ciptaan Tuhan, yang telah diwariskan dan menjadi bagian dari identitas serta kebanggaan masyarakat Kei.
Lomba goyang Meti Kei ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda dan seluruh masyarakat untuk menampilkan kreativitas melalui gerak dan irama yang menggambarkan semangat kerja sama, persaudaraan, dan kegembiraan.
"Goyang Kreasi bukan sekadar tarian, tetapi cerminan kearifan lokal dan ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat kita,"katanya.
Pemerintah daerah mengapresiasi panitia penyelenggara, para peserta lomba, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Hanubun, kerja keras dan semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Maluku Tenggara.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita membangun rasa cinta terhadap budaya sendiri sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi yang begitu cepat,"ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang mengangkat potensi budaya dan pariwisata daerah.
Festival Meti Kei telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dinantikan oleh masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
"Oleh karena itu, mari kita terus menjaga suasana aman, tertib, dan penuh keakraban selama pelaksanaan festival ini," katanya.
Bupati Thaher Hanubun juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum FPMK ini sebagai ajang mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antarwarga.
"Kita patut bangga karena di bumi Larvul Ngabal ini, masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan suku hidup rukun berdampingan. Semangat kebersamaan inilah yang harus kita rawat dan terus kita wariskan kepada generasi penerus kita,"pungkasnya. (DS).
