Ambon (ANTARA) - Bengkel Sastra Maluku (BSM) bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan program Tutur Tanah sebagai upaya melestarikan cerita rakyat di Maluku melalui seni dan sastra.
“Kami ingin Tutur Tanah bukan hanya jadi dokumentasi cerita rakyat, tapi juga wadah perjumpaan antara penulis, seniman, dan masyarakat agar warisan lisan tetap hidup di tengah generasi muda,” kata Ketua BSM Marthen Reasoa di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat dan seniman untuk belajar bersama sekaligus menghidupkan kembali tradisi tutur yang mulai pudar.
Program Tutur Tanah mencapai puncaknya melalui Pertunjukan Seni Tutur Tanah di Negeri Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu malam, menampilkan beragam karya hasil alih wahana cerita rakyat setempat.
Pertunjukan tersebut menghadirkan tarian lokal, pembacaan puisi, musik, stand up comedy, cerita anak, teater, instalasi visual, hingga pemutaran video musik lagu anak.
Marthen menambahkan pelibatan seniman muda dalam kegiatan tersebut menjadi cara efektif menanamkan nilai budaya lokal melalui medium seni yang dekat dengan mereka.
“Anak-anak muda sekarang bisa mengenal cerita rakyat bukan hanya lewat buku, tapi juga lewat teater, musik, dan visual. Ini cara baru melestarikan warisan kita,” ujarnya.
Upu Negeri Kaitetu M Amin Lumaela mengapresiasi pelaksanaan program di desanya.
“Kami berterima kasih kepada Bengkel Sastra Maluku karena telah mengangkat cerita-cerita rakyat kami. Ini penting agar anak-anak muda tahu akar budaya mereka sendiri,” katanya.
Pertunjukan seni dibuka dengan tarian lokal Mahina Atetu, disusul penampilan musik ukulele dan lagu anak oleh Luma Ana Studio, teater Luma Atetu Kreatif yang membawakan kisah Poi Siti dan Poi Raja, pembacaan cerita anak oleh Mamace Hatuwe, serta instalasi visual oleh seniman Remzky Nikijuluw.
Program Tutur Tanah: Alih Wahana dan Publikasi Cerita Rakyat merupakan bagian dari Program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat – Fasilitasi dan Apresiasi bagi Komunitas Sastra Tahun 2025 yang difasilitasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
