Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Ambon memperkuat sinergi dengan berbagai instansi untuk memaksimalkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku.

“Tujuan utama sinergi lintas sektor ini adalah memperkuat upaya pencegahan sekaligus memastikan adanya perlindungan yang komprehensif bagi korban kekerasan di Maluku,” kata Kepala LPP Perempuan Kelas III Ambon, Nona Ahmad di Ambon, Selasa.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan koordinasi dan kerja sama lintas sektor pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, sinergisitas lintas sektor tersebut juga untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan perempuan dan memastikan bahwa Lapas menjunjung tinggi hak asasi manusia terutama bagi warga binaan perempuan.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah lembaga terkait di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Maluku, Pengadilan Negeri Ambon Kelas IA, Kejaksaan Tinggi Maluku, Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ambon, serta organisasi sosial seperti Yayasan Jantung Hati.

“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Pembinaan dan rehabilitasi bagi warga binaan perempuan juga harus mengedepankan ha-hak perempuan,” tuturnya.

Sementara itu, Unit PPA Polda Maluku menekankan meningkatnya risiko kekerasan seksual berbasis digital dan pentingnya literasi digital sebagai pencegahan dini.

Sebagai tindak lanjut, LPP Ambon berkomitmen mengintegrasikan hasil koordinasi tersebut dalam program pembinaan, termasuk penguatan literasi digital, edukasi hukum, serta pendampingan psikososial bagi seluruh warga binaan.

“Dengan kolaborasi seperti ini, kami memastikan bahwa perlindungan dan edukasi terhadap kekerasan dapat menjangkau hingga ke dalam tembok Lapas, memberikan harapan dan bekal yang lebih baik bagi mereka yang akan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026