Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggencarkan upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 tahun 2025

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Maluku Djalaluddin Salampessy di Ambon, Rabu, mengatakan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan generasi sehat, masa depan hebat, Pemprov Maluku terus memperkuat program pencegahan stunting melalui peningkatan edukasi gizi, penguatan posyandu, serta kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, TP-PKK, dan pemerintah kabupaten/kota.

“Peringatan HKN ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat. Dari individu yang sehat akan lahir bangsa yang kuat menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Menurut dia, program tersebut diarahkan agar setiap anak Maluku tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang berkualitas.

Di bidang edukasi gizi, Pemerintah Provinsi Maluku secara berkelanjutan melaksanakan sosialisasi pola makan seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita.

Selain itu, penguatan posyandu dilakukan dengan peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan deteksi dini stunting, pencatatan pertumbuhan anak berbasis aplikasi elektronik, serta penyediaan alat antropometri di setiap posyandu.

Pemerintah juga mendorong setiap desa memiliki minimal satu posyandu aktif yang melaksanakan pelayanan terpadu mulai dari imunisasi, penimbangan, pemberian vitamin, hingga penyuluhan gizi.

Sementara itu, kolaborasi lintas sektor dijalankan secara intensif antara Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, dan pemerintah kabupaten/kota. TP-PKK berperan memperkuat peran keluarga dalam pemberian ASI eksklusif dan konsumsi makanan bergizi, sedangkan pemerintah daerah menyiapkan dukungan anggaran, penyediaan tenaga kesehatan, dan integrasi program ketahanan pangan lokal untuk menunjang pencegahan stunting secara berkelanjutan.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting di Maluku secara signifikan, sekaligus memastikan tumbuh kembang anak Maluku yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan,” ujar dia.

Berkaitan dengan hal itu, dia mengutip pernyataan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki waktu dua dekade untuk menyiapkan 84 juta anak usia produktif menuju satu abad Indonesia merdeka pada 2045.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya membangun generasi yang sehat, tangguh, dan unggul sebagai fondasi masa depan bangsa.

“Transformasi kesehatan terus kita gelorakan demi memberikan layanan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Maluku juga memberikan penghargaan kepada RS Bhayangkara, RS Alfatah, dan RS Siloam sebagai rumah sakit dengan mutu terbaik, beberapa kabupaten/kota juga menerima penghargaan atas capaian dalam bidang kesehatan.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026