Ambon (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon menambah satu pelabuhan yang dioperasikan untuk mendukung kelancaran arus penumpang pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), dengan prediksi lonjakan penumpang mencapai lebih dari 83 ribu orang.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Ambon, Iyan Ashari di Ambon, Selasa mengatakan penambahan pelabuhan tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapan dermaga dan memperlancar pergerakan penumpang yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
“Kami menambah satu pelabuhan operasional, yaitu Dermaga Penyeberangan Ferry Galala, sehingga total ada empat dermaga yang akan kami gunakan saat Nataru 2025/2026. Ini untuk memastikan tidak ada kepadatan yang menghambat aktivitas masyarakat,” ujar Iyan.
Ia menjelaskan, bahwa empat pelabuhan yang akan difungsikan meliputi Dermaga Yos Sudarso Ambon, Dermaga Slamet Riyadi, Dermaga Perintis Gudang Arang, serta Dermaga Penyeberangan Ferry Galala sebagai unit tambahan.
Menurut Iyan, KSOP Ambon juga menyiagakan 35 unit kapal yang terdiri dari kapal Pelra, kapal perintis, kapal ferry, hingga angkutan perintis Gorom dan Banda.
“Seluruh armada sedang menjalani ramp check pada 17 kapal homebase Ambon untuk memastikan keselamatan operasi,” katanya.
Pasalnya, kata dia, data KSOP Ambon mencatat jumlah penumpang Nataru di tahun 2023/2024 mencapai 61.581 orang dan meningkat menjadi 72.429 orang pada 2024/2025.
Untuk Nataru 2025/2026, KSOP memprediksi kenaikan sekitar 15 persen, dengan proyeksi 83.293 penumpang.
“Tren kenaikan selalu terjadi setiap tahun. Karena itu, sejak jauh hari kami melakukan penataan dermaga dan kesiapan armada agar pelayanan lebih lancar, aman, dan tertib,” ujar Iyan.
Selain kesiapan fasilitas, KSOP Ambon bekerja sama dengan operator kapal, instansi pelabuhan, dan otoritas keamanan untuk memperkuat pengawasan barang bawaan, kelancaran tiket, serta manajemen embarkasi dan debarkasi penumpang.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang pulang kampung atau beraktivitas pada periode Nataru. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Iyan menegaskan.
