Ambon, 21/10 (Antara Maluku) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan program ekspose langit biru uji emisi karbon pada 2015 di Kota Ambon.

"Uji emisi karbon bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara, khususnya yang bersumber dari kendaraan bermotor, "kata Kepala Seksi Industri Pengolahan Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, Marhasak Denny, di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang dilakukan kementerian kepada 45 kota di seluruh Indonesia, baik berstatus sedang maupun besar.

"Kegiatan ini menjadi evaluasi terkait dengan gas buang yang dilakukan di puluhan kota di Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, bahan bakar kendaraan bermotor yang tidak habis terbakar itu sangat berbahaya, karena itu perlu dilakukan pengujian secara turin oleh pemerintah pusat.

"Kita berharap kondisi udara di Kota Ambon tetap baik karena merupakan kota sedang sehingga masih aman bagi masyarakat," katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Ambon, Lusia Izaak menyatakan, daerah ini selama dua tahun terakhir menyandang predikat kota sedang dengan udara terbersih seluruh Indonesia.

"Ambon pada 2013 maupun 2014 meraih predikat kota sedang dengan udara bersih, tetapi hal itu bukan target utama Pemkot setempat, melainkan bagaimana mengetahui kadar udara nyaman dan aman bagi warganya itu yang terpenting," tegasnya.

Ia menjelaskan, menentukan sebuah kota menjadi yang bersih, maka KLHK mengelar serangkaian kegiatan diantaranya pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor, pengujian kualitas udara roadside, pemantauan kinerja lalu lintas dan kualitas BBM.

"Jadi pengukuran kualitas udara di jalan raya meliputi parameter karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2) bagi kendaraan yang berbahan bahar bensin dan solar. Hasil ini kemudian diuji ke laboratorium guna mendapatkan hasil udara di Ambon itu masih aman atau tidak," ujar Lusia.

Dia menambahkan, mendapatkan kualitas udara yang baik, maka pihaknya membutuhkan waktu tiga minggu, setelah semua data dirampungkan kemudian dilakukan evaluasi, selanjutnya baru ditetapkan kalau kualitas udara di Kota Ambon itu bersih atau tidak.

"Kami berharap uji emisi karbon kendaraan bermotor yang dilakukan saat ini membawa dampak yang baik bagi kualitas udara di Ambon," tandasnya.

Ratusan kendaraan bermotor khususnya roda empat dan enam yang menggunakan bahan bakar bensin maupun solar mengikuti uji emisi gas buang yang dilakukan di dua lokasi yakni kawasan Gong Perdamaian Dunia dan Passo, kecamatan Baguala.

Pewarta: Penina Mayaut
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026