Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku di pasar Mardika maupun Nusaniwe, Jumat, harga beras eceran berbagai merek seperti medium, premim dan operasi pasar Bulog masih tetap bertahan seperti biasa belum terjadi perubahan harga.
"Kalau beras premim merek tawon dan bulir mas, pedagang mematok harga Rp13.000/kg, sedangkan beras medium merek phenisi, lumbung padi dan dua udang rata-rata Rp12.000/kg," kata petugas pemantauan Disperindag Provinsi Maluku, Dede Banjar.
Sedangkan beras operasi pasar Perum Bulog Maluku Rp8.000/kg. Harga beras di pasar ini sudah bertahan sejak empat bulan yang lalu.
"Sama juga dengan beras operasi pasar Bulog Maluku Rp8.000/kg masih terus bertahan sampai sekarang," ujarnya.
Menurutnya, tim juga memantau harga kebutuhan lainnya seperti gula pasir eks dalam negeri yang masih bertahan harga yakni Rp13.000/kg, minyak goreng kemasan Rp16.000/kg, minyak goreng tanpa merek Rp14.000/botol.
Burham, pedagang di Pasar Mardika yang ditemui menjelaskan, harga beras antarpulau hingga kini belum terjadi perubahan di tingkat pedagang eceran, jadi harga masih tetap bertahan.
"Apalagi sekarang ini beras yang ditawarkan pedagang di pasar tradisional Kota Ambon cukup banyak merek sehingga harga juga bervariasi, jadi kalau mau terjadi perubahan harga agak sulit juga," ujarnya.
Udin, pedagang yang menempati lokasi penjualan tidak jauh dari Burham mengatakan, selama ini menawarkan berbagai jenis beras seperti beras merek panda, dua kelinci dan laci harganya Rp12.000/kg.
Harga ini sudah bertahan sejak September 2015.
"Memang ada beberapa jenis beras harganya juga bertahan seperti tawon dan bulir mas Rp13.000/kg, "katanya.
Pewarta: John Soplanit: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.