Ternate (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara (Malut)  menggencarkan program jual sembilan bahan pokok (sembako)  dengan harga murah untuk masyarakat  guna menekan tingginya harga di pasar  saat bulan suci Ramadhan.

Plt Kadis Perindag Malut, Roni M. Saleh di Ternate, Sabtu  menyatakan pihaknya bekerja sama dengan pemasok menghadirkan Gerakan Pangan Murah  agar harga jual bahan pokok berada di bawah harga pasar saat ini. 

"Kami mendatangkan langsung pemasok agar masyarakat bisa mendapatkan akses bahan pangan yang lebih terjangkau," ujarnya.

Roni menambahkan bahwa, kegiatan serupa dilakukan pada 7 Maret 2026 di Kota Ternate.

Berdasarkan data di lapangan  harga beberapa kebutuhan pokok yang dijual  yakni beras SPHP dijual Rp12.000/kg, minyak kita  Rp15.000 /liter, gula pasir Rp18.000 /kg, bawang merah  Rp50.000 /kg, bawang putih  Rp45.000 /kg, cabai rawit  Rp75.000 /kg dan cabai merah keriting  Rp35.000 /kg.

Untuk itu, pemerintah berharap Gerakan Pasar Murah ini dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Sebelumnya, Pemprov Malut, menjamin stok pangan tersedia dengan harga terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Kota Ternate dan sembilan  kabupaten/kota lainnya sebagai langkah konkret menekan inflasi daerah di bulan suci Ramadan.

Wagub Malut Sarbin Sehe  mengatakan, hingga kini logistik aman sampai akhir Ramadhan. Masalah kelangkaan LPG dua hari lalu sudah teratasi dan stok kembali tersedia . 

"Kami juga berupaya menurunkan  harga daging sapi di Ternate yang saat ini Rp150.000 agar turun kembali ke harga sesuai regulasi pemerintah yakni Rp140.000," katanya.

Tidak hanya itu,  Pemprov Malut melalui Dinas Pangan juga  meluncurkan 1.000 paket sembako murah. Paket berisi 5 kg beras, 2 kg minyak goreng, dan 2 kg gula pasir dengan total harga normal Rp170.000  disubsidi  sehingga masyarakat cukup membayar Rp50.000 per paket.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026