Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memfasilitasi ekspor sekitar 18 ton komoditas perikanan berupa tuna beku dan ikan pelagis (balobo) dari Ambon menuju Jepang guna memperluas pasar produk perikanan Maluku di tingkat internasional.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Jumat mengatakan, komoditas tersebut diekspor oleh PT Amy Pasific Morotai dengan tujuan Jepang setelah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan karantina sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui pengawasan karantina kami memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan, mutu, dan keamanan pangan sehingga dapat diterima di negara tujuan,” kata dia.
Ia menjelaskan, volume komoditas yang dikirim pada kegiatan ekspor tersebut terdiri atas tuna beku sebanyak 16.746,20 kilogram dan ikan pelagis beku jenis balobo sebanyak 1.260 kilogram dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp1,2 Miliar.
Menurutnya, sebelum dilalulintaskan ke negara tujuan, seluruh komoditas terlebih dahulu menjalani pemeriksaan karantina untuk memastikan bebas dari hama dan penyakit ikan, serta memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.
Pemeriksaan diawali dengan verifikasi dokumen ekspor untuk memastikan kelengkapan administrasi dan asal komoditas, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik guna mengecek kondisi ikan, kemasan, label, serta kesesuaian jumlah dan berat produk.
Petugas juga melakukan pengambilan sampel secara acak untuk diuji lebih lanjut di laboratorium guna memastikan komoditas bebas dari penyakit ikan karantina, kontaminasi bakteri berbahaya, maupun residu bahan kimia.
Selain itu, pengawasan juga mencakup pemeriksaan rantai dingin (cold chain), termasuk suhu penyimpanan pada fasilitas pendingin dan kontainer agar kualitas tuna beku tetap terjaga hingga tiba di negara tujuan.
Setelah seluruh tahapan dinyatakan memenuhi persyaratan, barulah sertifikat kesehatan ikan diterbitkan sebagai jaminan bahwa komoditas layak dan aman untuk diekspor.
“BKHIT Maluku berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, transparan, dan profesional sekaligus memastikan pengawasan perkarantinaan tetap berjalan ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan karantina menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas komoditas perikanan asal Maluku agar mampu bersaing di pasar global, terutama Jepang yang dikenal memiliki standar mutu tinggi terhadap produk perikanan.
Ekspor tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan volume perdagangan hasil perikanan dari Maluku sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan daerah di pasar internasional.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026