Ambon (ANTARA) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) Mobile Yonif 732/Banau resmi merampungkan tugas pengamanan wilayah perbatasan pada 2026, yang ditandai dengan upacara penyambutan purnatugas di Ambon, Maluku.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo di Ambon, Rabu, mengatakan bahwa upacara tersebut menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian prajurit Yonif 732/Banau dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan Papua-PNG.

“Keberhasilan pelaksanaan tugas ini merupakan hasil dari dedikasi, disiplin, serta profesionalisme prajurit selama menjalankan misi pengamanan di daerah rawan perbatasan RI-PNG,” katanya.

Menurutnya, upacara ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi, loyalitas, dan keberhasilan misi yang telah dijalankan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau.

Upacara penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Ketua Pengadilan Tinggi Maluku, Aslog Danguspurla Koarmada III, Plt BNN Provinsi Maluku, serta Danlanud Pattimura dan undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, pasukan yang terlibat terdiri dari tiga peleton Yonif 732/Banau yang telah kembali dari daerah penugasan.

Saat bertugas di perbatasan RI-PNG, anggota mengemban berbagai tugas strategis, mulai dari menjaga kedaulatan wilayah hingga pembinaan masyarakat di daerah perbatasan. Prajurit TNI melaksanakan patroli rutin untuk mencegah pelanggaran batas negara, mengantisipasi infiltrasi pihak asing, serta mengamankan jalur perlintasan resmi maupun ilegal dari berbagai aktivitas penyelundupan seperti senjata, narkoba, dan barang terlarang lainnya.

Selain itu, TNI juga berperan dalam menjaga stabilitas keamanan dengan melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman serta bersinergi dengan Polri dan instansi terkait.

Di samping tugas pengamanan, Satgas Pamtas juga menjalankan fungsi pembinaan teritorial melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pelayanan kesehatan, bantuan pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur sederhana di wilayah terpencil. Peran tersebut diperkuat dengan dukungan terhadap program pemerintah serta keterlibatan dalam penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan.

Dengan demikian, kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi ujung tombak negara dalam meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat rasa nasionalisme masyarakat perbatasan.

Berkaitan dengan hal itu, Pangdam menegaskan bahwa keberhasilan penugasan ini tidak boleh membuat prajurit terlena.

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan kesiapan yang lebih baik.

Menurut dia, seluruh prajurit harus terus meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dengan memperkuat kemampuan melalui latihan berkelanjutan.

“Prajurit tidak boleh lupa diri atau larut dalam euforia berlebihan, karena panggilan tugas seorang prajurit tidak akan pernah berakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, momen purna tugas ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026