Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan salah satu indikator takwa bagi bangsa Indonesia adalah kemampuan negeri untuk mengelola hutan dan hidup berdampingan dengan alam secara konsisten sesuai dengan fitrah manusia.
"Fitrah merupakan satu state of nature, di mana kita kembali kepada posisi yang natural, di mana manusia hidup berdampingan dengan alam, hidup berdampingan dengan hutan," kata Juli Antoni usai mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.
Dia mengatakan momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H mengajarkan umat Islam untuk hidup sesuai fitrah, yaitu kecenderungan untuk hidup yang baik. Islam, kata Juli, mengajarkan tentang relasi dengan Allah, lingkungan, dan manusia.
Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi madrasah atau tempat belajar untuk menjadi lebih baik dan diharapkan hasil dari pembelajaran itu dapat diterapkan di 11 bulan lainnya.
"Setiap kali Ramadhan selesai, ada perasaan sedih dan gembira. Sedih tentu karena bulan yang suci, bulan yang penuh magfiroh, penuh pengampunan, pergi; dan kita tidak tahu apakah di Ramadhan yang ke depan, kita masih dapat hadir dan menikmati Ramadhan," ujarnya.
Raja Juli Antoni menjalankan ibadah salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, bersama dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, serta duta besar (dubes) negara sahabat.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak mengadakan gelar griya dan mendorong para stafnya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di kampung halaman.
"Mudik. Ini sebuah tradisi yang luar biasa, yang ada hubungan tidak hanya spiritual, tetapi juga ada hubungan antropologis dengan kampung, dengan desa. Bagian juga daripada redistribusi kekayaan yang ada di kota kepada desa," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhut sebut konsisten kelola hutan jadi salah satu indikator takwa
Pewarta: Mecca Yumna Ning PrisieUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026