Ternate (ANTARA) - Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan kasus pembunuhan di Halmahera Tengah tidak terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan dipicu provokasi dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," ujarnya saat dihubungi di Ternate, Senin.

Waris mengatakan penyidik saat ini tengah mendalami kasus tersebut dengan menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat.

"Kami akan menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat yang memiliki nilai penting karena mengalami langsung kejadian tersebut," kata dia. 

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan hingga saat ini belum terdapat bukti yang mengarah pada keterlibatan kelompok masyarakat tertentu dalam peristiwa tersebut.

"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendalami adanya indikasi provokasi yang berpotensi memperkeruh situasi.

"Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, Mabes Polri direncanakan menurunkan tim guna membantu proses penyidikan.

Kapolda mengajak masyarakat menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Berikan kami waktu untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus ini," kata Waris Agono. 

Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah tersebut terus dipantau aparat kepolisian guna memastikan situasi tetap kondusif.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026