Ternate (ANTARA) - Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) terdampak gempa bumi di enam kecamatan di Kota Ternate, Maluku Utara, menerima bantuan uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.

Ketua Baznas Kota Ternate Adam Ma’rus di Ternate, Kamis, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban warga pascabencana.

"Total ada 19 kepala keluarga yang menerima bantuan ini, terdiri dari enam KK dengan kerusakan ringan, 12 KK dengan kerusakan sedang, dan satu KK dengan kerusakan berat," ujarnya.

Ia menjelaskan besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah, yakni Rp1 juta untuk kerusakan ringan, Rp2 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp3 juta untuk kerusakan berat.

Para penerima bantuan tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Ternate, meliputi Ternate Selatan, Ternate Utara, Ternate Tengah, Ternate Barat, Pulau Ternate, dan Pulau Moti.

Selain bantuan tunai, Baznas juga telah menyalurkan bantuan darurat ke wilayah Pulau Batang Dua yang menjadi daerah paling terdampak.

Bantuan tersebut meliputi 350 paket makanan siap saji, satu ton beras, 100 dus mi instan, 1.500 butir telur, serta kebutuhan bagi bayi, lansia, dan perempuan.

Namun demikian, penanganan lanjutan di wilayah tersebut akan melibatkan instansi terkait karena jumlah warga terdampak cukup besar.

"Sebagian warga di Pulau Batang Dua tidak masuk dalam kategori asnaf penerima zakat. Oleh karena itu, bantuan lanjutan akan diusulkan melalui Dana Sosial Keagamaan Lainnya," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman mengapresiasi respons cepat Baznas dalam membantu masyarakat sejak awal terjadinya bencana.

Menurut dia, kehadiran Baznas memberikan manfaat langsung bagi warga terdampak melalui penyaluran zakat, infak, maupun sedekah.

"Setiap terjadi bencana, baik bencana alam maupun sosial, peran Baznas sangat terasa dalam membantu masyarakat terdampak. Ini menunjukkan komitmen nyata dalam pelayanan kemanusiaan," ujar Tauhid.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) di wilayah perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Ternate, dengan Pulau Batang Dua menjadi daerah paling terdampak.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026