Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta Jakarta menjadi panutan daerah tanpa pembuangan sampah secara terbuka, tanpa pengolahan atau open dumping.

Hal tersebut disampaikan Menteri LH Hanif dalam kunjungan ke Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, untuk bersih-bersih sampah sekaligus mengedukasi warga agar turut memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga.

"Pemerintah menilai keberhasilan Jakarta dalam mengelola sampah akan menjadi barometer nasional. Jika berhasil, hal ini dapat mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di seluruh Indonesia. Sebaliknya, kegagalan Jakarta akan menyulitkan transformasi nasional," kata Menteri LH Hanif.

Ia menyampaikan saat ini terdapat 497 TPA di 472 kabupaten/kota, namun masih sekitar 70–72 persen TPA yang menerapkan praktik open dumping termasuk di Jakarta. Padahal praktik tersebut telah dilarang melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan seharusnya sudah dihentikan sejak tahun 2013.

 

Menteri Hanif menegaskan pemerintah menargetkan pada tahun 2026 Indonesia mampu mencapai penanganan sampah sebesar 63,41 persen. Hingga April 2026 tingkat pengelolaan sampah nasional baru mencapai 26 persen, meningkat 16 persen dibandingkan akhir tahun 2024 yang berada di angka 10 persen.

"Peningkatan tersebut salah satunya disumbang oleh penutupan praktik open dumping di sekitar 30 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara nasional," ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, open dumping masih dilakukan karena dianggap sebagai metode paling murah, yakni sekadar mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah. Namun cara ini menimbulkan masalah serius bagi lingkungan dan tidak mendorong perubahan perilaku masyarakat.

 

"Pemerintah menekankan bahwa fondasi utama pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah dari sumbernya. Kewajiban ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 sebagai tanggung jawab individu dan kolektif," kata Menteri LH Hanif.

Ia mencontohkan beberapa wilayah, seperti Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, yang berhasil mencapai tingkat pemilahan sampah hingga 30–40 persen. Dari sekitar 15 ton sampah organik per hari, sekitar 5–6 ton berhasil dipilah.

"Program serupa kini diperkuat di Kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara, yang telah menjadi proyek percontohan sejak 2025. Dengan jumlah penduduk sekitar 24 ribu jiwa, pemerintah optimis capaian pemilahan sampah dapat ditingkatkan secara signifikan dalam waktu dekat," tutur Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri LH minta Jakarta jadi panutan daerah tanpa "open dumping"

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026