Salah seorang pedagang BBM eceran, Riswan, di Ternate, Sabtu, mengatakan, bertahannya harga BBM jenis premium yang dijual dengan harga Rp9000/liter itu karena sebagian besar merupakan stok lama, sehingga tidak bisa dijual dengan tarif baru.
"Kami bila menjual premimum dengan harga BBM baru diberlakukan pemerintah, maka pasti mengalami kerugian karena dibeli langsung ke SPBU meupakan harga lama," ujarnya.
Manajer SPBU Kalumata, Fauzi mengatakan, harga BBM jenis premium paska penetapan resmi oleh pemerintah pusat dijual Rp 6.450/liter, menyusul sebelumnya Rp 6.950/liter.
Jenis solar Rp 5.150/liter sebelumnya Rp5.650/liter, sedangkan untuk pertalite Rp 7.300/liter karena hanya mengalami penurunan Rp200/ liter.
"Tidak ada pengaruh penurunan harga BBM terhadap suplainya dari PT. Pertamina induk di Jamula sebab stoknya aman," katanya.
SPBU Kelurahan Soa-Sio juga menjual harga BBM jenis premium saat penetapan resmi oleh pemerintah pusat pihak Rp 6.450/liter, solar Rp 5.150/liter dan pertalite Rp 7.300/liter.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.