Ambon (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku memperkuat program kesehatan di tingkat sekolah menengah atas (SMA) sebagai langkah strategis membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berkualitas.
Kepala Disdikbud Maluku Sarlota Singerin, di Ambon, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya memikul tanggung jawab besar untuk membenahi sektor pendidikan, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kesehatan dan pembentukan karakter siswa.
“Menjelang Hari Pendidikan Nasional, kami bersama tim melakukan berbagai gebrakan, salah satunya melalui penguatan pendidikan yang sehat bagi siswa,” ujarnya.
Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Maluku, Disdikbud membangun kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan ramah anak. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembinaan terpadu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Menurut Singerin, pembinaan UKS terpadu bertujuan menciptakan generasi muda Maluku yang sehat, disiplin, serta bebas dari perundungan.
Program tersebut akan diawali dengan temu kader UKS bersama kepala sekolah dan tim pembina sekolah di seluruh wilayah Maluku. Dalam pelaksanaannya, Disdikbud melibatkan sejumlah instansi terkait agar pelayanan terhadap peserta didik berjalan optimal sesuai ketentuan pemerintah.
“Kami sangat berharap sekolah-sekolah di Maluku memiliki pembinaan UKS yang benar-benar terpadu. Program ini akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga sektor perumahan,” katanya.
Langkah itu diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar anak di lingkungan sekolah, sekaligus memperkenalkan layanan dasar bagi siswa menuju generasi Maluku yang unggul dan berkualitas.
Selain penguatan layanan kesehatan sekolah, Pemerintah Provinsi Maluku juga berkoordinasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam program Sekolah Siaga Kependudukan. Setiap sekolah nantinya akan menyiapkan pojok kependudukan sebagai sarana edukasi bagi siswa.
“Pojok kependudukan ini menjadi bagian dari upaya mendorong sekolah ramah anak, termasuk menekan kasus perundungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi program “Anakku Hebat” yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan peserta didik.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku juga akan berkolaborasi dengan aparat kepolisian dalam pembinaan karakter siswa. Kerja sama tersebut direncanakan berlangsung pada 4 Mei 2026.
Singerin menegaskan, kehadiran aparat kepolisian di sekolah bukan untuk menakut-nakuti siswa, melainkan memberikan edukasi tentang disiplin, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk perilaku anak agar disiplin, menghargai aturan, menghormati orang yang lebih tua, menjauhi tindakan tidak terpuji seperti tawuran, dan menumbuhkan semangat kebangsaan sejak dini,” ujarnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026