Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan tingginya harga minyak goreng rakyat bermerek Minyakita di Papua dan Maluku disebabkan kendala distribusi serta biaya transportasi.

“(Minyakita) yang mahal itu di Maluku dan Papua. Apa artinya? Artinya (ada pengaruh harga dari sisi) transportasi,” kata Zulhas saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, harga Minyakita di Pulau Jawa dan Sumatera relatif telah sesuai harga eceran tertinggi (HET), sedangkan sejumlah wilayah timur Indonesia masih menghadapi disparitas harga.

Zulhas mengatakan kondisi tersebut dapat dipantau melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan secara waktu nyata.

“Dilihat di SP2KP itu real time. Saudara-saudara bisa buka, ya. Jawa, Sumatera yang dekat pelabuhan memang biru, hijau, itu artinya sesuai HET. Tetapi yang mahal itu di Maluku dan Papua,” ujarnya.

Data SP2KP Kemendag per 12 Mei 2026 menunjukkan harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku mencapai Rp23 ribu per liter dan Kabupaten Seram Bagian Timur Rp22.333 per liter.

Sementara di Papua, harga Minyakita tercatat Rp20 ribu per liter di Kabupaten Waropen, Rp19 ribu per liter di Kabupaten Sarmi, dan Rp18 ribu per liter di Kabupaten Jayapura atau masih di atas HET Rp15.700 per liter.

Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, harga Minyakita dijual sebesar Rp15.700 per liter atau sesuai HET yang ditetapkan pemerintah.

Zulhas menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta Perum Bulog mempercepat suplai Minyakita ke sejumlah daerah, termasuk Papua dan Maluku.

Selain itu, pemerintah akan melibatkan Kementerian Perhubungan karena terdapat dukungan subsidi transportasi untuk membantu menekan ongkos distribusi.

“Saya sudah minta agar ini bisa di-handle oleh Bulog, segera menyuplai daerah-daerah termasuk Papua dan Maluku. Nanti juga dengan Kementerian Perhubungan karena memberikan subsidi transportasi agar harga bisa ditekan,” ungkapnya.

Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan pada 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp15.865 per liter atau turun 0,31 persen dibanding hari sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pasokan Minyakita secara nasional dalam kondisi aman dan kendala utama berada pada distribusi ke wilayah tertentu.

“Kalau daerah Papua, Maluku itu sebenarnya masalah distribusi,” ujar Budi.

Ia menjelaskan pemerintah telah menetapkan kewajiban penyaluran minimal 35 persen minyak goreng domestic market obligation (DMO) melalui Bulog dan ID FOOD untuk memperkuat distribusi, terutama ke wilayah timur Indonesia.

Menurut dia, realisasi penyaluran melalui BUMN pangan saat ini telah melampaui ketentuan minimal tersebut.

“Sekarang juga sudah lebih dari 50 persen yang disalurkan oleh BUMN Pangan,” ucapnya.

Budi mengatakan penguatan distribusi melalui BUMN pangan diharapkan dapat membantu menekan disparitas harga Minyakita, khususnya di Papua dan Maluku.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Zulhas: Minyakita mahal di Papua-Maluku karena distribusi



Pewarta: Aria Ananda
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026