Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Rusia membahas perkembangan ratifikasi serta implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia–Rusia di Kazan, Rusia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bertemu dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Denis Manturov membahas perkembangan perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 dan kini tengah memasuki proses ratifikasi domestik di masing-masing negara.

"Perjanjian perdagangan dengan EAEU akan memberikan akses pasar, di mana EAEU membuka akses produk prioritas seperti minyak sawit dan turunannya, kopi, kakao, produk perikanan, tekstil, alas kaki, dan furnitur,” kata Airlangga dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Rabu.

Menko menilai, pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang konkret, pragmatis, dan saling menguntungkan.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra paling strategis di kawasan Eurasia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan mendorong penyelesaian berbagai agenda kerja sama prioritas kedua negara,” ujarnya.

Sementara itu, Denis Manturov menegaskan komitmen Rusia untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia melalui penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah isu prioritas mulai dari sektor pertanian, energi, perdagangan, hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Di sektor pertanian, pembahasan mencakup akses produk agro Indonesia untuk ekspor ke Rusia, penjajakan impor daging, serta potensi kerja sama produk pupuk dan fertilizer. Pembahasan turut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Sementara di sektor energi, kedua pihak membahas tindak lanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang minyak dan gas bumi, perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, hingga peluang kerja sama energi nuklir. Topik tersebut dipaparkan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

Adapun di sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan upaya pemerintah dalam mendorong ekspor Indonesia ke Rusia serta perkembangan proses ratifikasi dan implementasi I-EAEU FTA.

Selain itu, Indonesia dan Rusia juga membahas rencana kerja sama pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Special Economic Zone (SEZ).

Dalam kesempatan itu, Denis Manturov turut menanyakan perkembangan persiapan INNOPROM 2026, pameran industri internasional terbesar di Rusia, yang mana Indonesia akan hadir sebagai partner country.

Adapun pertemuan Co-Chairs SKB Indonesia–Rusia menjadi forum strategis bagi kedua negara untuk meninjau implementasi hasil pertemuan sebelumnya, membahas perkembangan kerja sama di berbagai sektor prioritas, serta mengevaluasi sejumlah isu yang masih memerlukan tindak lanjut dalam hubungan ekonomi bilateral.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI-Rusia bahas perkembangan ratifikasi kerja sama I-EAEU FTA

Pewarta: Bayu Saputra
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026