Panitia Ujian Masuk Perguruan Tinggi Swasta Universitas Kristen Indonesia Maluku, Ambon, menolak 56 orang lulusan sekolah menengah atas yang telah lolos seleksi UMPTS 2010.
"Saya bersama 55 orang lainnya telah lolos seleksi menjadi mahasiswa program studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang merupakan dua program studi baru dibuka di UKIM Ambon. Namun, kemudian kami ditolak dengan alasan tidak rasional," kata salah seorang calon mahasiswa, Selvia Salhuteru (18), saat dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Jumat.
Disebutkan, 56 mahasiswa yang ditolak itu lolos seleksi yang dilakukan selama dua gelombang, di antaranya 28 orang untuk program studi Keperawatan dan 28 lainnya untuk program studi Kesehatan Masyarakat.
Mereka ditolak sebagai mahasiswa baru Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon karena masuk dengan jalur Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sedangkan dua program studi itu dikhususkan untuk melamar dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
"Tidak ada informasi bahwa dua program studi yang baru dibuka ini hanya menerima lulusan SMA dari jurusan IPA saja. Saat mendaftar pun kami tidak diberi tahu oleh panitia penerimaan sehingga yang diketahui program studi ini juga menerima jurusan IPS," ujar Salhuteru kesal.
Dia juga mengakui telah membayar biaya administrasi sebesar Rp275 ribu untuk mengikuti seleksi ujian masuk perguruan tinggi swasta (UMPTS) dan disusul dengan biaya pendaftaran sebesar Rp5,615 juta setelah dinyatakan lolos sebagai mahasiswa.
Sebagian besar mahasiswa yang ditolak itu juga mengaku telah melunasi kewajibannya untuk menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta itu.
"Namun, kami semua menjadi kaget saat datang ke kantor Pusat UKIM di Tanah Lapang Kecil, akhir Juli lalu, dan mendapati nama kami semua tidak tertera dalam lembaran seleksi yang ditempelkan di dinding kantor pusat," ujarnya.
Bahkan, kata dia, panitia seleksi saat ini juga membuka pendaftaran untuk gelombang ketiga.
Puluhan mahasiswa itu kemudian mendatangi panitia yang menangani pendaftaran untuk menanyakan alasan penolakan mereka itu. Dan, mereka memperoleh jawaban beragam dan simpang-siur.
"Kami hanya melaksanakan tugas menerima calon mahasiswa yang mendaftar dan tidak tahu persis bahwa dua program studi ini hanya menerima calon mahasiswa jurusan IPA," ujar Salhuteru menirukan jawaban beberapa petugas pendaftaran.
Calon mahasiswa lainnya yang baru mendaftar untuk mengikuti seleksi gelombang ketiga, Maurice Mangan (20), saat ditemui mengaku bingung karena dia adalah siswa jurusan IPS dan berkeinginan mengikuti program studi Kesehatan Masyarakat.
"Saya sudah membayar biaya administrasi untuk seleksi tahap ketiga program studi Kesehatan Masyarakat, tetapi saya menjadi bimbang karena pasti jurusan IPS akan ditolak, sama seperti 56 mahasiswa yang telah lulus seleksi sebelumnya," ujarnya.
"Miskomunikasi"
Ketua Panitia UMPTS UKIM 2010, Samuel Julius Mailoa, M.Th., yang dikonfirmasi secara terpisah, menegaskan bahwa masalah itu terjadi karena miskomunikasi antara mahasiswa dan panitia penerimaan.
Ditegaskan, dua program studi yang baru dibuka di UKIM ini diperuntukkan bagi calon siswa SMA dari jurusan IPA saja, bukan dari IPS.
"Informasi itu yang tidak disampaikan panitia penerimaan saat mahasiswa mendaftar. Panitia juga tidak memeriksa berkas calon mahasiswa saat mendaftar," ujarnya.
Mailoa yang juga Pembantu Rektor I Bidang Akademik UKIM Ambon itu mengakui bahwa masalah ini terjadi karena kesalahan panitia penerimaan.
"Saya juga telah mengumpulkan 56 mahasiswa yang lulus seleksi dan memberikan pengertian serta minta maaf secara terbuka kepada mereka atas kesalahan yang terjadi pada 28 Juli lalu," katanya.
Dia menambahkan, saat pembukaan pendaftaran pihaknya tidak memberikan informasi lebih detail tentang persyaratan masing-masing program studi. "Seharusnya kewajiban calon mahasiswa untuk menanyakannya saat hendak mendaftar," katanya.
Guna mengobati kekecewaan puluhan calon mahasiswa yang telah lulus seleksi itu, pihaknya telah memberikan pilihan untuk pindah program studi atau fakultas lainnya sesuai dengan jurusan mereka.
"Ada beberapa mahasiswa yang sudah menandatangani surat pernyataan persetujuan pindah ke program studi lain. Yang menolak pindah bisa segera menarik kembali uang pendaftarannya, tanpa dipotong sepeser pun," katanya menandaskan.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026