Gebyar atau gemerlap Indonesian Idol 2010 telah berakhir Sabtu (7/8) dengan melahirkan Elichonen Christelgo Pentury sebagai idola baru Indonesia.
Kemenangan Elichonen yang lebih akrab disapa "Igo" oleh masyarakat di seantero Indonesia, turut memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi masyarakat Maluku dan Ambon sebagai tempat kelahiran "nyong Ambon" itu.
Adalah Marcus Jacob Papilaja, Wali Kota Ambon merupakan salah seorang yang paling berbahagia dan gembira dengan kemenangan Igo di ajang pencari bakat dengan rating tertinggi di tanah air itu.
"Kemenangan Igo adalah kado istimewa bagi saya di penghujung karier sebagai Wali Kota Ambon yang akan berakhir 2011 mendatang," ujar Papilaja saat bertemu Igo ketika "pulang kampung" Kamis (12/8).
Keduanya berpelukan mesra dan menunjukkan senyum gembira serta wajah ceria atas hasil yang diraih anak tertua pasangan Max dan Rossa Pentury yang lahir pada 19 Februari 1993 itu.
Papilaja yang akrab disapa Jopi memang menjadi salah satu sosok paling getol memperjuangkan putra-putri terbaik asal kota bertajuk "Manise" (maju, aman, nyaman, indah, sejahtera, elok) dengan karakter dan bakat besar di bidang seni tarik suara, untuk maju bertarung melawan puluhan ribu kawula muda dari seluruh Indonesia di ajang paling bergengsi itu.
Sejak Indonesian Idol pertama kali digelar tahun 2004, Papilaja jugalah yang mendorong sejumlah kontestan asal Ambon untuk mengikutinya, tetapi sayang lima kontestan yang dikirim mengikuti Audisi di Jakarta, gugur di babak-babak sebelumnya.
Tetapi kerinduan Papilaja masih terobati dengan lolosnya penyanyi berdarah Ambon Karen Poroe mewakili daerah pemilihan Jakarta, kendati akhirnya gugur di delapan besar dan Indonesian Idol musim pertama menjadi milik Joy Tobing dan Delon sebagai jawara dan Runner Upnya.
"Tempat Audisi"
Berbekal pengalaman musim pertama, Papilaja kemudian mendekati manajemen Fremantle sebagai pemegang lisensi ajang pencari bakat itu dan pihak RCTI sebagai pemegang hak siaran, untuk menjadikan Ambon sebagai salah satu kota audisi selain lima kota besar yang sudah ada yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan dan Yogyakarta.
"Alasan utama memperjuangkan Ambon sebagai tempat audisi Indonesian Idol karena sejak dulu orang Ambon terkenal jago nyanyi. Kalau soal nyanyi jangan ditanya lagi. Ambon adalah lumbungnya," ujar Papilaja kala itu.
Usahanya membuahkan hasil dengan dijadikanya Ambon lokasi pra audisi dan Papilaja pun dipercayakan RCTI dan Frementale Media sebagai kuasa penyelenggara di Ambon.
Ribuan peserta yang mengikuti babak audisi yang penyaringannya yang dilakukan dua kali untuk memperoleh 10 penyanyi berbakat itu pun tidak hanya berasal dari Ambon dan sekitarnya, tetapi juga dari Makassar, Papua, Papua Barat dan Maluku Utara.
Kepercayaan kepada Kota Ambon sebagai tempat audisi pun semakin meningkat setelah Wilson Maiseka mampu menembus nominasi ribuan penyanyi dari berbagai daerah dan menjadi runner-up pada musim Indonesian Idol IV pada 2007 lalu.
Maka jadilah ibukota provinsi Maluku itu sebagai lokasi audisi utama, di mana para juaranya akan langsung lolos ke Jakarta--tidak lagi mengikuti penyaringan di --Surabaya untuk bersaing dengan peserta yang lolos dari daerah lainnya.
"Ini membuktikan bahwa Ambon dan Maluku pada umumnya adalah gudang penyanyi berbakat," ujar Papilaja yang juga pengagum penyanyi legendaris Indonesia Broery Marantika.
Setidaknya pengakuan Ambon sebagai lumbung penyanyi berbakat dan profesional dan patut diperhitungkan, juga diungkapkan Produser Indonesian Idol untuk Indonesia Timur, Abraham Bisma, di mana terbukti penyanyi berdarah Ambon yang lolos ke babak spektakuler, kendati tampil mewakili daerah lain.
Harus juara Idol
Keberhasilan Wilson menjadi runner-up ajang pencari bakat yang diadopsi dari Pop Idol di Inggris itu sebenarnya sudah bisa dijadikan ukuran keunggulan orang Ambon di jalur musik, tetapi bagi Papilaja, hal itu belumlah memuaskan.
"Saya belum puas jika generasi muda Ambon belum menjuarai ajang ini. Harus menjadi nomor satu baru hebat," katanya.
Kesungguhan dan tekad Wali Kota itu akhirnya bisa terbayar dengan terpilihnya Igo Pentury sebagai juara Indonesian Idol musim ke-VI tahun 2010 menyisihkan pesaing terberatnya, Skolastika Citra Kirana Wulan atau Citra.
Kemenangan Igo selain karena dorongan kuat Wali Kota Papilja, juga karena orang tua dan berbagai elemen mampu menunjukkan eksistensinya mengelola dan membentuk pencitraan positif guna menjaring dukungan besar masyarakat di Indonesia, melalui pesan pendek dan telepon untuk Igo di ajang yang pernah memenangkan Panasonic Awards untuk kategori Music & Variety Show Terbaik selama 2 tahun berturut-turut, mengalahkan Akademi Fantasi Indosiar serta KDI yang berada di nominasi yang sama.
"Sejak tahun 2005 Ambon menjadi salah satu kota audisi Indonesia Idol dan hanya Wilson yang mampu meraih runner up Indonesia Idol dan dipenghujung kepemimpinan saya sebagai Wali Kota Ambon, Igo mampu mempersembahkan talentanya dengan menjadi juara di ajang bergengsi ini tersebut. Ini hadiah terindah buat saya," ujar Papilaja sambil memeluk Igo.
Kebehasilan Igo menjadi jawara di ajang yang pernah mendapatkan penghargaan dari Singapore Tourism Board saat kesebelas finalis Indonesian Idol berada di Singapura untuk menjadi pembuka tur dunia American Idol musim ketiga, dengan sendirinya membuka "pintu gerbang" bagi pemuda Ambon dan Maluku yang memiliki kemampuan olah vokal berkualitas untuk menjadi idola baru di tanah air.
Papilaja pun menampik kemenangan Igo di ajang bergengsi itu buka sekedar karena banyaknya dukungan melalui SMS dan telepon, tetapi nyong Ambon yang murah senyum itu memiliki suara berkualitas serta ditunjang performance yang prima dibanding finalis lainnya sehingga mendapat simpati juri dan masyarakat.
Bagi Igo keberhasilannya menjadi super star Indonesian Idol tidak terlepas dari dukungan besar keluarga, pemkot Ambon dan pemprov Maluku serta seluruh lapisan masyarakat di daerah ini dan sebagai ungkapan terima kasih yang tulus, anak pertama dari empat bersaudara itu pun "pulang kampung" di Ambon untuk menyampaikan rasa terima kasihnya secara tulus.
"Terima kasih untuk dukungan om, tante dan basudara semua, sehingga beta bisa juara Indonesian Idol tahun ini," ujarnya ramah kepada ratusan pengunjung pusat perbelanjaan Ambon Plaza yang dikunjunginya.
Tentu saja kehadiran Igo menjadi pelipur hati dan melegakan para pengunjung Amplaz maupun warung kopi dan toko-toko di ibu kota provinsi Maluku itu yang sempat dikunjunginya.
Kehadiran juara ajang bergengsi itu tanpa ada pengawalan seperti layaknya seorang bintang, dan hanya ditemani seorang adik dan teman-teman bermainnya saat masih di Ambon.
"Tanpa dukungan penuh warga Ambon dan Maluku, maka beta belum tentu menjuarai ajang ini> Saya berjewajiban mewujudkan dukungan masyarakat ini dengan menjaga citra sebagai seorang publik figur, termasuk mempromosikan Ambon dan Maluku agar semakin dikenal," ujarnya dengan senyum.
Bagi Igo gelar juara yang diperolehnya merupakan kado terindah bagi seluruh masyarakat Maluku dan Ambon serta seluruh warga di tanah air yang dengan setia menjadi pendukungnya di ajang itu sejak lolos ke babak eliminasi. (Jimmy F. Ayal)
** Gambar - Juara Indonesian Idol 2010, Igo Pentury, pulang kampung dan bersilaturahmi dengan Wali Kota Ambon, Jopi Papilaja - James F. Ayal
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.