Salah seorang pengusaha hasil bumi di Ternate, Johni, Senin, mengatakan, naiknya harga fuli karena pembelian di daerah tujuan antarpulau yakni Surabaya juga mengalami kenaikan.
Namun, naiknya harga fuli itu tampaknya belum banyak mendorong para petani pala untuk menjual stoknya karena masih menunggu harga yang lebih tingginya yakni diatas Rp130.000/Kg, seperti pada 2016.
Johni mengatakan, harga cengkih juga mengalami kenaikan dari Rp115.000/Kg menjadi Rp118.000/Kg.
Namun, naiknya harga ini juga tidak membuat transaksi penjualan menjadi ramai, karena stok cengkih di petani saat ini diperkirakan sudah habis.
Cengkih di Ternate diperkirakan akan kembali ramai diperdagangkan pada Agustus 2017 karena pada saat itu mulai panen, dengan biasanya harganya anjlok hingga Rp80.000/Kg.
Harga komoditi perkebunan lainnya di Ternate, seperti kopra tetap bertahan Rp8.500/Kg dan kakao Rp20.000/Kg.
Relatif rendahnya harga kopra tersebut mendorong para petani kelapa di daerah ini untuk menghentikan produksinya dan memilih memetik kelapanya yang masih muda untuk dijual karena pada Ramadhan ini permintaan meningkat.
Harga kelapa muda di Ternate saat ini Rp20.000 untuk tiga buah. Harga ini menguntungkan jika diolah dalam bentuk kopra, karena untuk menghasilkan 1 Kg kopra yang kini hanya Rp8.500/Kg membutuhkan sedikitnya enam buah kelapa.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.