"Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci bertujuan selain meningkatkan keimanan para pemuda dan memupuk kebhinekaan di kalangan pemuda tanpa memandang suku, ras dan agama, juga meningkatkan minat baca pemuda pada kitab suci masing-masing agama," kata Imtak dan Iptek, Kemenpora, Adi Reza Maulana melalui siaran pers yang diterima Antara, Selasa.
Menurut dia, para pemuda itu yang mengikuti kegiatan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini berasal dari tiga agama yaitu Islam, Kristen Katolik dan Kristen Protestan.
Dia mengatakan, GPKMS yang mengusung tema Untuk Persatuan Indonesia merupakan rangkaian dari Kirab Pemuda 2017 yang digelar di 34 Provinsi.
Dalam kegiatan tersebut, para pemuda membaca kitab suci masing-masing secara serentak.
"Kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam hal keagamaan," kata Adi.
Menurutnya, para peserta membawa kitab suci masing-masing dan sebagian mengenakan pakaian yang biasa dikenakan saat beribadah sesuai dengan agama masing-masing, meski berbeda suku, ras dan agama.
"Pembacaan ayat suci dilakukan secara bergantian dan setiap agama dipimpin perwakilan yang telah ditunjuk, kemudian diikuti peserta," ujarnya.
Dia menambahkan, jika satu kelompok membacakan kitab suci mereka, peserta lainnya mendengarkan dan menghargainya, kemudian giliran kelompok agama lainnya yang membacakan kitab suci, penganut agama lain mendengarkannya dengan sikap saling menghargai dan toleransi.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.