"Apalagi untuk tujuh komoditas yang meliputi 29 jenis hasil pertanian pangan, terdapat sembilan jenis yang mengalami fluktuasi harga," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Ternate, Chairul Saleh Arief di Ternate, Senin.
Menurut dia, untuk bawang merah yang dari harga Rp35.000 per Kg, saat ini menjadi Rp30,000 per Kg atau turun sebesar 14,29 persen.
Sedangkan untuk harga bawang putih dari Rp35.000 per Kg menjadi Rp30.000 per Kg atau turun sebesar 14,29 peraen. Bahkan cabe keriting dari Rp60,000 per Kg menjadi Rp40,000 per Kg atau turun sebesar 33,33 persen.
"Saat ini memang beberapa jenis komoditi mengalami penurunan harga, hal ini diakibat beberapa jenis ininmwngalami penambahan stok sehingga mengalami penurunan harga selain mengalami penurunan ada beberapa jenis komoditi juga yangbmengalami kenaikan, seperti Bawang Bombay dari Rp30,000 per Kg menjadi Rp50,000 per Kg atau naik sebesar 66,67 persen.
Untuk tomat dari Rp6.000 per Kg menjadi Rp7,000 per Kg atau naik sebesar 16,67 persen. Kol dari Rp 8.000 per Kg menjadi Rp10,000 per Kg atau naik sebesar 25,00 persen.
Begitu pula, untuk harga petsay dari Rp13,000 per Kg menjadi Rp15.000 per Kg atau naik sebesar 15,38 persen, wortel dari Rp13,000 per Kg menjadi Rp20,000 per Kg atau naik sebesar 53,85 persen.
"Ada beberapa jenia juga yang mengalami kenaikan. Hal ini diakibatkan pengaruh dari stok yang mulai berkurang dan juga beberapa daerah penyangga masa panennya telah selesai dan setelah selamatan haji juga memberi dampak yang cukup signifikan. Sebab pada bulan kemarin kebutuhan kembali naik, tapi tidak terlalu segnifikan," katanya.
Dia menambahkan, untuk kenaikan ini hanya naik beberapa persen dan jika kenaikkannya telah melebihi harga normal, maka pihaknya berjanji akan langsung turun untuk mengintervensi, sehingga ini tidak akan menimbulkan kecemasan bagi masyarakat.
Sementara itu, pihaknya bekerjasama dengan para pemasok, sehingga jika ada kenaikan yang berlebihan maka pihaknya langsung dihubungi pleh pemasok.
Untuk itu, kenaikan ini diharapkan tidak terlalu berpengaruh terhadap kekhawatiran masyarakat, sehingga masyarakat menjadi panik.
"Kami terus akan memantau setiap pergerakan harga dan memang saat ini dibandingkan beberapa minggu yang lalau mengalami penurunan, tetapi kami berjanji akan turun untuk menginterfensi jika harganya cukup melambung tinggi," ujarnya.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.