"Sedangkan, tugas komite sekolah perhatikan kekurangan sekolah dan berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan sekolah, sehingga sekolah tersebut bermutu," kata anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy di Ternate, Sabtu.
Menurut dia, seharusnya dilakukan komite sekolah maupun kepala sekolah dan guru, karena selama ini, kekurangan sekolah tersebut kepala sekolah atau guru berdiri di depan siswa meminta partisipasi siswa bantu apa yang menjadi kekurangan sekolah.
"Tujuannya baik, tapi cara menyampaikan tidak bagus, sehingga langkah itu terkesan pungutan dan apa yang menjadi kekurangan sekolah, seharusnya kepala sekolah menyampaikan surat ke komite sekolah sesuai dengan rencana kerja sekolah (RKS) dan Komite sekolah yang meng undang orang tua siswa bicarakan kekurangan sekolah yang dihadapi maupun menjelang kegiatan," ujarnya.
Komite sekolah yang berpikir dan memutar otaknya untuk bagaimana bisa mendatangkan uang dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah atau melengkapi kekurangan sekolah yang menjadi kebutuhan dalam proses belajar mengajar, bukan kepala sekolah atau guru," ujarnya.
Oleh karena itu, Muhajirin berharap komite sekolah yang diangkat tersebut harus pertimbangkan orang-orang yang masih muda-muda yang berpikir dan memutar otaknya untuk bagaimana cara bisa mengembahkan sekolah dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah tersebut.
"Dana CSA yang ada di perusahaan-perusahaan plat merah maupun perusahaan swasta seperti Pertamina, Perbankan, PLN maupun Telkom justru mereka tidak tahu mau disalurkan kepada siapa, karena pihak sekolah juga tidak tahu caranya untuk menggunakan dana tersebut," ujarnya.
Muhajirin mencontohkan, saat dirinya mendatangi sebuah SMP di Kota Bogor yang punya komite sekolah seorang guru besar dan anggota komite sekolah lainnya masih muda-muda, sehingga mereka berpikir dan memutar otaknya untuk bagaimana mengembangkan sekolah tersebut.
"Pengangkatan komite sekolah jangan lagi yang tua-tua, tapi bagaimana menempatkan komite sekolah itu orang-orang yang masih muda, agar mereka bisa berkreasi dan menerjemahkan regulasi yang ada dalam mengembangkan sekolah ke depan agar lebih baik," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.