"Kartu e-Retribusi ini memiliki banyak fungsi dan diprioritaskan bagi pedagang di Ternate," kata Kepala Disperindag kota Ternate, Nuryadin Rachman, Jumat.
Menurut dia, e-Retribusi yang diluncurkan Pemkot merupakan sebuah inovasi untuk memudahkan pedagang dalam melakukan aktivitas perdagangan, memudahkan pedagang dalam membayar retribusi, dan berguna sebagai alat untuk memperoleh modal usaha dengan beberapa persyaratan yang mudah.
Nuryadin mengatakan, manfaat dari kartu ini selain sebagai alat pembayaran retribusi berbasis elektronik, kartu ini juga berguna untuk pengajuan jaminan permodalan di BPRS Bahari Berkesan.
Dengan jumlah pedagang yang mencapai lebih dari 2.600 orang, Disperindag Ternate terus berupaya melakukan terobosan-terobosan untuk mengoptimalkan pendapatan di sektor perdagangan.
"Sebagai kota perdagangan, tentunya, Disperindag memiliki tanggung jawab besar terhadap PAD namun tidak mengabaikan peningkatan infratruktur dan kenyamanan pedagang. Karena itu, berbagai inovasi terus dilakukan untuk menggenjot PAD sekaligus memberikan pelayanan terhadap pedagang," kata Nuryadin.
Dia berharap hadirnya e-Retribusi juga dapat meminimalisir kebocorqn-kebocoran PAD, yang kerap terjadi di lapangan dan ini juga merupakan upaya Disperindag dalam mendata pedagang yang ada di kota Ternate.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.