Ternate, 27/8 (Antaranews Maluku) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) mengerahkan sejumlah armadanya untuk mencari dua nelayan asal Pulau Morotai yang hilang sejak empat hari lalu.

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah dalam siaran pers yang diterima di Ternate, Senin, mengatakan, tim Basarnas melakukan pencarian sampai dengan menyisir Pulau Morotai Bagian Timur namun belum membuahkan hasil.

Kedua nelayan Djaelan Mandea (60 tahun) dan Nahrain Batawi (42 tahun) sudah empat hari ini telah dilakukan pencarian dan belum juga ditemukan.

Tim Basarnas mencari dua korban yang hilang mencari ikan menggunakan perahu Fiber nelayan berukuran 9 meter dengan mesin gantung 15 PK dan sampai saat ini belum kembali.

Arafah mengemukakan pencarian korban ini, menerjunkan tim Basarnas lima personel bersama 12 warga Bere-Bere menggunakan enam unit armada dengan menyusuri gelombang tinggi 2 - 3 meter untuk mencari kedua nelayan yang hilang tersebut.

Dia menambahkan, tim SAR Gabungan bergerak menuju Search area dengan menggunakan SRU Laut, sementara SRU Darat melakukan pemantauan di sepanjang pantai Pulau Morotai bagian Timur dan belum ditemukan, sehingga proses pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (28/8) Pagi.

Ia menyebutkan pihaknya mendapatkan informasi dari Staf BPBD Morotai bernama Kusnadi terkait informasi 2 nelayan asal Desa Gorua belum kembali dari memancing di Perairan Desa Sopi, Morotai Utara dan saat ini dalam pencarian.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan DanPos SAR Tobelo berkoordinasi dengan BPBD Morotai serta Kades Mubdi telah digerakkan 6 Bodi Nelayan Menuju LKP dan Mencari ke arah Selatan barat serta arah utara dan timur Depan Tanjung Sopi.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut) mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca buruk yang terjadi di sejumlah daerah di Malut.

Kepala BMKG Kelas I Babullah Ternate, Fahmi ketika dihubungi sebelumnya mengakui, tiga hari kedepan sejumlah daerah masih mengalami cuaca buruk berdasarkan analisis BMKG maka akan terjadi potensi hujan ringan hingga sedang pada pagi menjelang siang di wilayah bagian Utara di Malut yakni Pulau Morotai, Kota Tobelo dan sebagian wilayah Halmahera Timur dengan ketinggian gelombang 2-3 meter.

Menurut dia, Perairan Malut secara umum yang terjadi saat ini adalah arah angin yang bertiup dari daerah Kepulauan Sula dan Kabupaten Halmahera Selatan dengan kecepatan dan arah tenggara ke Selatan dengan kecepatan tinggi hingga 15 sampai 30 kilo meter per jam.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026