Buku seri pertama Tetralogi Sisi Lain SBY yang diterbitkan dengan judul "Pak Beye dan Istananya" dan dijual di toko buku Gramedia Cabang Ambon, sejak sebulan terakhir diminati warga Kota Ambon dan sekitarnya. Pantauan ANTARA di Ambon, Rabu, buah pena karya Wisnu Nugroho yang resmi diluncurkan pada 4 Agustus lalu itu, hanya tersisa 11 dari 35 eksemplar yang dijual di toko buku itu. Sebanyak 11 buku yang tersisa masing-masing tujuh eksemplar masih terpajang di belakang kasir, tiga pada rak buku Biografi dan satu lainnya di bagian depan meja kasir. "Buku ini sudah dua kali didatangkan pengelola Gramedia. Awalnya pada 8 Agustus lalu sebanyak sepuluh eksemplar dan semuanya langsung habis terjual," kata pengawas pembelian dan Merchandise toko Gramedia, Fanny Pricillia Herenau. Dia mengatakan, karena permintaan pasar masih tinggi buku yang diterbitkan Kompas ini didatangkan lagi dari Jakarta pada 1 September sebanyak 25 eksemplar. "Dari 25 eksemplar itu saat ini hanya tersisa 11 eksemplar dan sisanya 14 eksemplar sudah laku terjual," katanya. Herenau mengakui, buku bersampul coklat muda bergambar wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam versi kartun itu cukup diminati sejak sebulan terakhir karena dijual dengan harga terjangkau yakni Rp48 ribu per eksemplar. "Isi bukunya menarik ditambah harganya yang murah membuat buku ini menjadi salah satu yang cukup diminati masyarakat di Ambon," ujarnya. Dia menambahkan, jika hingga akhir bulan ini seluruh buku tersebut terjual habis dan minat pasar masih tinggi, maka pihaknya akan memesan tambahan pada Oktober mendatang. "Pemesanan buku untuk bulan depan akan kami sesuaikan dengan kondisi pasar," katanya. Buku yang ditulis wartawan Kompas itu mengisahkan tentang berbagai hal menyangkut kehidupan orang nomor satu di Indonesia itu di lingkungan istana, mulai dari para menteri hingga pawang hujan, tukang kebun, sopir, dan koki presiden. Rencananya buku seri kedua akan diluncurkan setelah Lebaran, disusul buku ketiga dan keempat, serta satu buku tentang sepak terjang mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026