Ambon, 22/2 (ANTARA News) - Sebagian besar petani yang datang menjual cengkih dan kopra masih merasa senang sebab harga hasil perkebunan ini masih bertahan pada posisi menguntungkan.

"Saya membeli cengkih dengan harga Rp87.000/Kg dan kopra Rp4.300/Kg dari petani yang datang menjual, sedangkan hasil perkebunan lainnya juga masih bertahan," kata Inang seorang pengumpul di lokasi transaksi pada kawasan pertyokoan pasar Mardika, Jumat.

Lumayan harga cengkih dan kopra saat ini, lanjutnya, sebab masih terus bertahan dan selalu mengikuti perkembangan harga di pasar utama yakni Surabaya, sebab hasil pembelian di Ambon kembali di jual ke Surabaya sebagai pasar utama sekaligus pelabuhan ekspor ke manca negara.

Inang mengatakan, harga cengkih dan kopra ini sudah bertahan sejak pekan yang lalu,sedangkan harga biji pala bundar Rp60.000/Kg, fuli (pembungkus biji pala) harganya Rp175.000/Kg, dan coklat Rp25.000/Kg juga sudah bertahan sejak dua bulan belakangan ini..

Menurutnya, belakangan ini beberapa orang petani yang datang menanyakan sekaligus menjual hasil panen mereka terutama dari Pulau Seram, mereka merasa bergembira dengan harga cengkih, dan juga kopra yang sudah bertahan sejak awal bulan Februari 2019, kemudian fuli pala yang harganya tetap tinggi yakni Rp175.000/Kg.

"Apalagi sekarang ini tidak musim pala, sehingga untuk mendapatkan satu kilogram fuli agak sulit, sebab untuk mendapatkan satu kilo gram fuli paling tidak pada saat panen biji pala berkisar antara 10-15 kilo gram baru bisa menghasilkan satu kilo gram fuli," ujarnya.

Biarpun demikian ada saja petani yang datang menjual fuli pala walaupun dalam jumlah yang sedikit.

"Yang jelas perubahan harga sejumlah hasil perkebunan daerah ini tergantung patokan harga yang diterapkan di pasar Surabaya yang selama ini dijadikan sebagai pasar utama sekaligus pelabuhan ekspor ke manca negara," ujarnya.

Pewarta: Shariva Alaidrus
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026