Ternate, 26/2 (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII kembali menjalankan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Maluku Utara.

Kali ini menyasar Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur yang merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan).

Unit Manager Comm dan CSR MOR VIII Maluku Papua, Brasto Galih Nugroho dalam siaran pers menyatakan, acara peresmian dihadiri Region Manager Supply & Distribution VIII PT Pertamina (Persero) Salahuddin, Plt. Bupati Halmahera Timur yang diwakili Asisten 3 Bidang Hukum dan Pemerintahan Thamrin Bahar, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Tjatur Sapto Edy, dan Dirjen Minerba Kementrian ESDM Bambang Gatot Ariyono.
 
Pertamina MOR VIII meluncurkan lembaga penyalur BBM satu harga di Maba Selatan, Halmahera Timur, Selasa (26/2) (Humas Pertamina MOR VIII)

Sebelum diresmikan, SPBU Kompak 86.976.13 telah diujicoba operasionalnya sejak September 2018. Secara sarana dan prasarana, SPBU Kompak ini dilengkapi dengan 1 unit "nozzle" untuk masing-masing produk dan satu mesin pompa digital untuk menyalurkan BBM.

Brasto megatakan, Pertamina terus berkomitmen menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh wilayah Indonesia agar semua masyarakat dapat menikmati energi secara adil di wilayah-wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).

Kebijakan itu diharapkan dapat membantu masyarakat mengakselerasi pergerakan ekonomi melalui akses mudah terhadap sumber energi.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak di Kecamatan Maba Selatan, maka warga sekitar dapat menikmati harga BBM yang sama dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Harga BBM di Lembaga Penyalur Pertamina mengacu kepada Keputusan Menteri ESDM No. 4738 Tahun 2016 yakni harga Premium Rp. 6.450/liter & harga Solar Rp. 5.150/liter.
 
Pertamina MOR VIII meluncurkan lembaga penyalur BBM satu harga di Maba Selatan, Halmahera Timur, Selasa (26/2) (Humas Pertamina MOR VIII)

Dia mengatakan, BBM di Kecamatan Maba Selatan dikirim dari Supply Point Terminal BBM Tobelo dan diangkut dengan menggunakan mobil tangki. Jarak yang ditempuh yakni sejauh 290 KM dengan waktu tempuh normal hingga 24 jam. Adapun setiap sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak kuota maksimal 60 KL Premium dan 10 KL Solar.

Dengan beroperasinya lembaga penyalur tersebut, tentunya Pertamina perlu didukung oleh berbagai pihak terkait, seperti Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan peran aktif masyarakat agar BBM 1 Harga tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat

"Adapun sebutan SPBU Kompak merupakan salah satu jenis klasifikasi SPBU yang mempunyai beberapa syarat, diantaranya berlokasi di pedalaman dan terpisah jauh dari lokasi Terminal BBM, mempunyai luas 200-400 m2, dan penyimpanan BBM menggunakan tangki timbun atau drum," katanya.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026