Dari lima pulau yang akan menggelar kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 hanya Papua yang tidak terjangkau siaran langsung meski memiliki dua klub yang bertanding yaitu Persipura dan Persiwa. Presiden Direktur ANTV Dudi Hendrakusuma di Jakarta, Kamis, mengatakan tidak dilakukannya siaran langsung dari Papua ada beberapa alasan yang cukup mendasar salah satunya adalah masalah dana operasional. "Untuk masyarakat Papua tak perlu khawatir karena bila Persiwa dan Persipura main di Pulau Jawa akan kami siarkan," katanya di sela launching ISL 2010/2011. Menurut dia, untuk melakukan siaran langsung dari Papua selain terkendala anggaran juga terkendala sumber daya pendukung. Di Papua juga kesulitan untuk menyewa pembangkit listrik. Untuk sekali siaran langsung, kata dia, pihaknya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp150 juta hanya untuk menyewa genset. Dana itu jika digunakan siaran langsung di Pulau Jawa cukup untuk dua pertandingan. "Di musim ini kami memang memperbanyak porsi tayangan ISL. Ini adalah bukti, bahwa kami punya komitmen tinggi memajukan sepak bola Indonesia," katanya menambahkan. Pada musim kompetisi ISL 2010/2011, ANTV akan menyiarkan langsung 150 pertandingan dari 360 laga. Siaran langsung ini akan dilakukan setiap hari. Khusus hari Sabtu dan Minggu pertandingan dilakukan dua kali. Siaran langsung yang selama ini konsentrasi di Pulau Jawa pada kompetisi tahun ini akan dilakukan di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pertandingan ISL 2010/2011 yang dimulai 26 September nanti akan dibuka dengan pertandingan antara tuan rumah Semen Padang melawan Persipura dan PSPS Pekanbaru melawan Persija Jakarta. "Dipilihnya pertandingan Semen Padang melawan Persipura karena selama ini kami jarang melakukan liputan dari sana. Apalagi lawan yang dihadapi adalah tim besar," kata Dudi menegaskan. ISL 2010/2011 diikuti 18 klub dan tiga klub diantaranya adalah tim promosi yaitu Semen Padang, Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026