Instalasi pengolahan sampah terpadu di Dusun Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, menjajaki kemungkinan untuk menjual kompos hasil pencacahan sampah di ibu kota Provinsi Maluku itu ke luar daerah. "Hasil produksi sampah organik selama enam bulan pada IPST mencapai 22 ton. Hasil produksi ini yang dijajaki untuk dijual ke luar daerah terutama ke Surabaya (Jawa Timur)," kata Kepala IPST Toisapu Izaak Baltjeran di Ambon, Kamis. Baltjeran optimistis kompos yang dihasilkan pada IPST tersebut memiliki kualitas baik dan bisa bersaing di pasaran. "Pupuk kompos yang akan dijual ke luar daerah ini dikemas dalam bentuk menarik dan diharapkan bisa bersaing dengan produk lain," ujarnya. Baltjeran mengakui, pihaknya bekerja sama dengan CV Amqas yang bergelut di bidang jual beli tanaman dan obat-obatan di Ambon untuk memproduksi kompos tersebut. "Perusahaan ini yang akan mengelola produksi dan pemasaran kompos ke luar kota Ambon dan kami bertugas melakukan pengawasan," kata Baltjeran. Ia mengakui, IPST telah menunjukan kinerja maksimal dan profesional dengan menghasilkan sampah untuk daur ulang, namun tidak mengabaikan fungsinya sebagai pusat instalasi pengolahan sampah. "IPST bukan hanya untuk mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna tetapi juga berfungsi sebagai tempat untuk memilah sampah yang ditampung pada kolam penampungan agar tidak penuh dan dapat dimanfaatkan kembali terutama menghasilkan produksi daur ulang," ujarnya. Dia mengakui, para petugas IPST harus bekerja optimal untuk mencacah sampah yang ditampung di kolam sehingga Pemkot tidak lagi mencari lahan baru untuk tempat penampungan sampah. "Selama ini keberadaan IPST telah memberi nilai tambah bagi pemerintah kota (Pemkot) berupa cacahan sampah untuk dijual ke luar daerah dan hasilnya menambah PAD," kata Baltjeran.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026