"Deflasi kota Ambon terjadi karena adanya penurunan IHK pada tiga kelompok pengeluaran yakni pada kelompok pengeluaran, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen, kelompok sandang sebesar 0,03 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,06 persen," kata Kepala BPS Maluku, Dumangar Hutauruk di Ambon, Kamis.
Sedangkan tiga kelompok pengeluaran mengalami inflasi yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,46 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 2,38 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan.
Dia mengatakan, komoditi-komoditi dalam paket komoditas IHK Kota Ambon yang mengalami kenaikan harga memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Ambon sebesar 0,7731 persen, sedangkan komoditi-komoditi yang mengalami penurunan harga memberikan sumbangan/andil bagi inflasi Kota Ambon sebesar -0,9305 persen.
Dumangar mengatakan, komoditas yang dominan menyumbang inflasi di kota Ambon adalahikan layang roti manis, cabai rawit, rokok kretek filter, dan daun singkong.
Komunitas yang dominan menyumbang deflasi di Kota Ambon adalah angkutan udara, daging ayam ras, ikan kembung, besi beton, dan tarif listrik.
"Inflasi tertinggi terjadi di kota Medan sebesar 1,30 persen dengan IHK 140,66 dan inflasi terendah terjadi di Kota pare-pare sebesar 0,03 persen dengan IHK 129,45," ujarnya.
Dumangar menambahkan, dari 82 kota IHK di Indonesia pada April 2019 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 67, inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 79, inflasi tahun kalender Kota Ambon empat, dan inflasi dari tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat delapan.
Pewarta: Jimmy AyalEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.