"Pasar murah itu merupakan program tetap Pemprov Malut dalam setiap tahun, baik saat Ramadhan maupun Natal dan Tahun Baru, yang anggarannya dialokasikan melalui APBD," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malut Asrul Gailea di Ternate, Sabtu.
Pada Ramadhan 2019 ini dari 10 kabupaten/kota di Malut, pasar murah hanya digelar di enam kabupaten/kota di antaranya Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Kota Tidore Kepulauan karena keterbatasan anggaran.
Ia tidak merinci anggaran untuk pasar murah tersebut, begitu pula jumlah kebutuhan pokok yang disiapkan. Namun ,mengemukakan, jenis kebutuhan pokok yang akan dijual dengan harga 50 persen dari harga pasar diantaranya beras, minyak goreng, gula pasir dan terigu.
Jumlah paket kebutuhan pokok yang dibeli masyarakat dalam pasar murah itu akan dibatasi, untuk mencegah kemungkinan adanya oknum-oknum pedagang yang membeli dalam jumlah besar untuk menjualnya di pasar dengan harga yang lebih mahal.
Sesuai koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Malut, kata Asrul, mereka juga akan menggelar pasar murah di daerahnya pada Bulan Suci Ramadhan ini, bahkan ada pula sejumlah badan usaha dan lembaga yang akan melakukan kegiatan serupa.
Adanya pasar murah tersebut diharapkan tidak saja membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok, tetapi juga dapat memberi kontribusi terhadap stabilnya harga di pasaran, yang biasanya di Bulan Suci Ramadhan mengalami kenaikan.
Sementara itu salah seorang warga di Terante Ramlia menyambut baik adanya pasar murah tersebut tetapi sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan pokok yang saat ini harganya melonjak di pasaran, seperti bawang merah dan bawang putih yang mencapai Rp60.000 per Kg.
Untuk kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir dan minyak goreng, harganya tetap stabil, beras medium misalnya Rp10.000-Rp12.000 per Kg dan gula pasir Rp13.000 per Kg, sehingga tanpa pasar murahpun masyarakat masih bisa menjangkaunya.
Pewarta: La Ode AminuddinEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.