Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Maluku bulan November 2010 tercatat sebesar 104,06 persen atau mengalami penurunan 0,46 persen dari bulan sebelumnya mencapai level 104,55 persen. "Kenaikan ini dipengaruhi naiknya sub sektor tanaman pangan 0,07 persen dan sub sektor peternakan sebesar 0,19 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Edison Ritonga di Ambon, Minggu. Sedangkan sub sektor yang mengalami penurunan adalah hortikultura 1,57 persen, sub sektor perikanan sebesar 0,44 persen, serta sub sektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,33 persen. Terjadinya deflasi di daerah pedesaan sebesar 1,08 persen selama November dipengaruhi fluktuasi harga kelompok pengeluaran rumah tangga seperti bahan makanan yang mengalami kenaikan sebesar 1,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman dan rokok naik 1,08 persen. Kelompok perumahan juga mengalami kenaikan 1,12 persen, sandang naik 0,73 persen, kesehatan naik 1,18 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,86 persen termasuk kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,36 persen. Menurut dia, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. "NTP juga menunjukkan daya tukar dari harga produk pertanian dengan harga barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," katanya. Dia menambahkan, melalui indeks harga yang dibayarkan petani terlihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi meliputi barang dan jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga maupun memproduksi hasil pertanian mereka. Selama bulan November, indeks harga yang dibayarkan petani di Maluku mengalami kenaikan sebesar 0,88 persen, sedangkan indeks yang diterima petani untuk periode yang sama tercatat 135,24 persen atau naik 0,41 persen.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026