Fenomena alam Air Salobar berupa kolam air tawar di tepi pantai yang hanya muncul saat air laut surut di Kepulauan Kei, di Ohoi atau Desa Ohoirenan di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, berpotensi jadi destinasi wisata baru di Provinsi Maluku.

Kace Ubro, warga Malra saat dihubungi dari Ambon, Senin mengatakan kolam air salobar di Ohoi Ohoirenan sangat unik karena seperti kolam renang alami yang airnya tawar, dan muncul di tepi pantai saat "Meti" atau air laut surut jauh. Meti Kei merupakan sebutan warga di Indonesia Timur khususnya di Kepulauan Kei, untuk fenomena alam ketika air laut surut sangat jauh dan bisa mencapai lebih dari satu kilometer dari tepi pantai.

"Ini sudah dari dulu ada dari jaman (penjajahan) Belanda sampai sekarang. Warga juga menyebut Air Salobar sebagai Wear Ahar," kata Kace.

Baca juga: Pemkab Malra kembangkan objek wisata pantai Ngiarvarat, kelola yang profesional

Kace mengabadikan Air Salobar dengan video gawainya dan menunjukan ada dua kolam yang berisi air tawar di Ohoi Ohoirenan. Ia mengatakan kolam itu muncul setiap hari saat air surut, dan kolam terbesar dalamnya sekitar 1,5 meter. Warga terlihat berendam di dalam kolam yang muncul di tengah bebatuan saat pantai mengalami "Meti". Air kolam terlihat jernih dan tidak asin.

"Air itu tawar, sudah dikonsumsi dari orang tua dulu-dulu sampai sekarang sudah terbukti enak. Waktu saya masih SD juga sudah sering menikmati Air Salobar atau biasanya dibilang Wear Ahar," katanya

Menurut Kace, sebagian besar warga Ohoi Ohoirenan sangat terbuka menyambut wisatawan di rumah mereka ketika mengunjungi Air Salobar karena daerah tersebut memang belum ada fasilitas penginapan.

"Di Sana biasanya yang mau berkunjung menginap di rumah warga saja, tidak ada penginapan. Warga selalu membuka pintu bagi siapa saja yang mau berkunjung," kata Kace Ubro.

Baca juga: Pemkot akan bangun spot wisata di Pulau Ternate, kembangkan destinasi pariwisata

Ia mengatakan wisatawan yang ingin mengunjungi Air Salobar bisa menggunakan kapal cepat dari Langgur, Ibu Kota Malra, menuju Ohoi Ohoirenan dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam saja. Sedangkan untuk menuju Malra, wisatawan bisa menggunakan pesawat terbang komersil yang jadwal penerbangannya ada setiap hari dari Bandara Pattimura, Ambon.

Sementara itu, Bupati Malra M Thaher Hanubun pada akhir Januari 2022 menyatakan pemerintah daerah setempat terus mengembangkan potensi pariwisata setempat. Pemkab Malra juga mengalokasikan anggaran untuk membangun fasilitas infrastruktur jalan untuk menuju daerah yang memiliki potensi pengembangan pariwisata.

"Saya mempunyai keinginan ke depan adalah masyarakat di sekitar sini khususnya kehidupan ekonomi akan meningkat yang tentu menyejahterakan masyarakat dengan kekayaan alam yang dimiliki," katanya.

"Kini tinggal bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia dengan edukasi yang baik bagi warga serta mempertahankan ciri khas budaya seperti yang sudah dilakukan di Bali," lanjut Thaher.

Baca juga: Dinas Pariwisata terapkan "virtual marketing" kembangkan wisata Maluku, optimalkan kinerja
Baca juga: Arkeolog: Benteng Nieuw Victoria Ambon cocok jadi "open air museum"

Pewarta: FB Anggoro

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022