Pemerintah Provinsi Maluku menjadikan komoditas hotong (Setaria italica) Buru sebagai pangan lokal strategis dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong kemandirian pertanian di daerah itu.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Jumat mengatakan, penetapan hotong yang dikenal juga sebagai "gandum asli Indonesia dari Maluku" merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam merespons arahan Menteri Dalam Negeri mengenai urgensi penguatan pangan lokal di tengah dinamika perubahan iklim dan tantangan produksi pangan nasional.

“Ini adalah komitmen serius Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperkuat ketahanan pangan dan memajukan sektor pertanian lokal. Peluncuran program budidaya hotong dan pengembangan kakao menjadi bagian dari strategi besar pembangunan pangan daerah,” ujar Vanath.

Ia menjelaskan, program pengembangan hotong dirancang untuk mendiversifikasi pangan tanpa mengorbankan komoditas unggulan lain yang telah lama menjadi andalan masyarakat, seperti ubi jalar dan ubi kayu.

Ia mengatakan, pemerintah optimistis langkah ini dapat meningkatkan nilai jual hotong hingga 500 kali lipat dari harga saat ini, sekaligus mendorong minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan pendekatan yang lebih modern dan prospektif.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Maluku baru memulai pengembangan hotong di lahan satu hektare tersebut sebagai proyek percontohan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Maluku Ilham Tauda mengatakan hotong Buru dengan nama ilmiah Setaria Italica l beauv dikenal dengan nama International Foxtail Millet merupakan pangan lokal asli Pulau Buru, yang kini mulai dikembangkan di Pulau Ambon.

“Hotong telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varitas Tanaman dan Perijinan Pertanian, Nomor 37/pvl/2011 Tahun 2011 dengan nama Varietas Buru Hotong atas usulan dari Pemerintah Kabupaten Buru,” ujar dia.

Ia melanjutkannya, secara agronomis, hotong sebagai jenis tanaman pangan memiliki keunggulan dibandingkan beras dan gandum.

“Kebutuhan airnya rendah, tahan kekeringan serta dapat ditanam di tanah marginal dan salin serta input pupuk yang rendah,” katanya.

Dengan pengembangan komoditas hotong ini diharapkan dapat menambah jenis pangan lokal yang dimiliki Maluku selain sagu serta komoditas lainnya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2025