Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku, mengajak seluruh masyarakat di wilayah setempat untuk menghindari perilaku berisiko guna mencegah penularan human immunodeficiency virus (HIV).
"Masyarakat agar menghindari perilaku berisiko dan menjalani kehidupan yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai agama sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV," kata Kepala Dinkes Ambon Johan F. Norimana, di Ambon, Senin.
Dia menyebutkan, perilaku berisiko dimaksud di antaranya adalah perilaku seks berisiko hingga penggunaan jarum suntik secara bergantian.
"Hindari perilaku berisiko, ini berlaku bagi masyarakat pada umumnya, bukan hanya ditujukan pada komunitas tertentu, semua orang memiliki risiko yang sama jika melakukan perilaku berisiko," katanya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan penularan HIV, menghapus stigma dan diskriminasi terkait penyakit ini, serta membangun solidaritas antar sesama.
Sementara itu, berdasarkan data Dinkes Ambon, jumlah kasus HIV yang tercatat hingga 2025 mencapai 274 orang. Sementara untuk tahun berjalan, pendataan masih terus dilakukan seiring berjalannya program skrining.
Upaya penemuan kasus HIV, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinkes semata. Proses skrining dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, komunitas, relawan, serta pendamping yang aktif mendampingi pasien.
Dinkes memastikan hampir seluruh puskesmas di Kota Ambon telah menyediakan layanan bagi pasien HIV, termasuk pemeriksaan dan pendampingan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak merasa malu atau panik dalam melakukan skrining.
“Skrining HIV itu penting, meskipun merasa sehat dan hidup normal. Tidak perlu malu dan tidak perlu panik,” ujarnya.
Selain pencegahan, Dinkes Ambon juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang setara bagi seluruh pasien HIV tanpa diskriminasi. Pendekatan ini dilakukan agar penderita HIV tetap mendapatkan hak atas layanan kesehatan, pendampingan, serta edukasi yang memadai guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Melalui upaya skrining berkelanjutan, edukasi kesehatan, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat, Dinkes Ambon berharap kesadaran warga terhadap HIV semakin meningkat.
“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan HIV dengan menghilangkan stigma dan saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman,” ucapnya.
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026