Ambon (ANTARA) -
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku memperkuat pelayanan kesehatan berkualitas melalui sejumlah program prioritas Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena.
"Program ini merupakan bagian dari visi Pemerintah Kota Ambon pada poin ke-8, yaitu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Tahun 2025, Dinas Kesehatan sudah melakukan semua kegiatan dalam program prioritas Bapak Wali Kota Ambon. Banyak program yang mencapai target dan meningkat dibandingkan 2024,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Ambon Johan F Norimana di Ambon, Selasa.
Ia menjelaskan hal ini dibuktikan dengan pelayanan kesehatan ibu hamil menunjukkan tren positif melalui pemeriksaan antenatal care (ANC) enam kali serta peningkatan konsumsi tablet tambah darah.
Kesadaran ibu bersalin, kata dia, juga meningkat ditandai dengan semakin banyak persalinan di fasilitas kesehatan.
Peningkatan serupa terlihat pada pelayanan bayi baru lahir yang kini dilakukan sesuai standar medis.
Ia mengatakan pelayanan kesehatan balita melalui posyandu terus membaik meski masih mengalami kendala partisipasi karena sebagian ibu belum rutin membawa anak ke posyandu.
“Ini masih membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Layanan kesehatan untuk usia sekolah hingga lanjut usia juga menunjukkan progres positif. Seluruh layanan kini terintegrasi melalui program Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang dilaksanakan di posyandu terdekat.
Pada bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P), katanya, Ambon mencatat capaian penting dalam penanganan tuberkulosis (TBC).
“Tahun ini, Kota Ambon mendapatkan penghargaan pada HKN 2025 sebagai daerah dengan capaian penemuan kasus TBC tertinggi di Maluku,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes membentuk Kelompok Masyarakat Peduli TBC (AMBEL) atau Ambon Bebas Tuberkulosis, serta menetapkan desa CKTBC di Negeri Rutong dan Hukurila.
Untuk HIV/AIDS, hingga September 2025 tercatat 271 kasus dengan 180 orang di antaranya menjalani pengobatan rutin.
Sebagian pasien lainnya tidak lagi melakukan kontrol karena berpindah domisili. Upaya penjangkauan dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Selain itu, pelayanan penyakit tidak menular juga diperkuat melalui inovasi pemeriksaan HPV DNA yang mulai diluncurkan November 2025.
“Pemeriksaan HPV DNA lebih sensitif dibandingkan IVA dan diharapkan memperkuat skrining dini kanker serviks,” katanya.
Ia berharap, seluruh peningkatan layanan tersebut dapat berlanjut pada 2026 agar masyarakat Ambon semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026