Ambon (ANTARA) -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku, menemukan sebanyak 34 kasus indikasi kanker serviks melalui pemeriksaan metode HPV DNA yang mulai diterapkan sejak 5 November 2025.

“Untuk pemeriksaan HPV DNA, dia lebih sensitif daripada IVA. Sejak 5 November 2025 sampai sekarang, kita sudah lakukan pemeriksaan pada 330 pasien, dan 34 di antaranya terindikasi positif kanker serviks,” kata Plt. Kepala Dinkes Ambon Johan F. Norimana, di Ambon, Selasa.

Temuan ini dinilai lebih akurat dibandingkan metode pemeriksaan sebelumnya, yaitu Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

Ia menjelaskan, hasil temuan tersebut menunjukkan peningkatan deteksi dini dibandingkan periode Januari hingga September 2025 yang menggunakan metode IVA.

“Dari sekitar 1.500 pemeriksaan IVA, hanya sekitar 50 yang terdeteksi positif, dan itu sangat tergantung ketelitian pemeriksa. HPV DNA jauh lebih sensitif dan membantu menemukan kasus lebih awal,” ujarnya.

Selain peningkatan teknologi skrining, Dinas Kesehatan Ambon juga mencatat perbaikan pada cakupan imunisasi kanker serviks. Hal ini didukung melalui kerja sama lintas sektor, termasuk sekolah, posyandu, pemerintah desa/kelurahan, serta organisasi masyarakat.

Pada 2025, pemerintah kota turut memperkuat pelayanan kesehatan melalui penetapan 22 puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kebijakan tersebut akan berlaku penuh mulai Januari 2026.

“Mulai tahun depan tidak ada lagi puskesmas di Kota Ambon yang tidak berstatus BLUD,” katanya menambahkan.

Ia menambahkan, pembenahan layanan kesehatan juga diperkuat melalui program kesehatan berkualitas, termasuk layanan call center 112 untuk respon darurat.

“Waktu respon lebih cepat dan masyarakat lebih cepat terlayani. Meskipun masih banyak kekurangan, paling tidak kebutuhan masyarakat mulai terpenuhi,” jelasnya.

Dinkes Ambon berharap peningkatan deteksi dini kanker serviks serta pelayanan kesehatan yang lebih efektif dapat terus diperkuat pada 2026.

“Kami berharap pelayanan semakin baik agar masyarakat Kota Ambon dapat terlayani dengan optimal, terutama di bidang kesehatan,” ucapnya.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026