Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menjalin kerja sama dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon dalam pelayanan kesehatan bergerak melalui pemanfaatan Kapal Rumah Sakit KRI dr Suharso-990 yang dimiliki TNI AL.
“Kerja sama ini ditandai dengan kunjungan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku Djalaluddin Salampessy dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Yan Aslian Noor, ke KRI Suharso-990 yang sedang bersandar di Dermaga Kesatrian Tawiri, Teluk Ambon,” kata Komandan Kodaeral IX Ambon, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi P di Ambon, Selasa.
Dia mengatakan, kunjungan itu bertujuan meninjau sarana-prasarana medis yang tersedia, sekaligus memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan bergerak antara Pemprov Maluku dan TNI AL.
“Melalui sinergi ini, kita berharap pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), sehingga aspek keadilan dan pemerataan layanan benar-benar terwujud,” kata dia.

Dalam kunjungan tersebut pihak Pemprov Maluku meninjau langsung ruang operasi, ICU, laboratorium, ruang rawat inap, dan berbagai fasilitas penunjang kesehatan yang tersedia di KRI dr. Suharso-990.
Dirinya menambahkan, kapal rumah sakit ini juga didukung tenaga kesehatan TNI AL, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, hingga tenaga medis pendukung.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku dr. Yan Aslian Noor menambahkan, pihaknya telah melakukan pemetaan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) sebagai dasar penentuan lokasi pelayanan kesehatan bergerak.
“Dukungan Kodaeral IX sangat berarti bagi pemerintah daerah, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan KRI dr. Suharso-990 Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar, menegaskan komitmen TNI AL untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kedaulatan laut tetapi juga dalam misi kemanusiaan.
“Kami siap mendukung program pelayanan kesehatan gratis, bakti sosial, operasi kesehatan, maupun pengobatan massal di wilayah pesisir dan kepulauan,” tegasnya.
