Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) representasi nyata semangat juang, ketangguhan, dan dedikasi perempuan Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
“Kowal adalah representasi semangat juang perempuan Indonesia yang tangguh, profesional, dan berintegritas, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku yang identik dengan laut sebagai ruang hidup dan ruang juang,” kata dia saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-63 Kowal di Ambon, Senin,
Menurut dia, keberadaan Kowal tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menjadi simbol peran strategis perempuan dalam menjaga kedaulatan laut nusantara.
Ia menegaskan Maluku sebagai provinsi kepulauan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki daya juang tinggi, disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi medan yang menantang.
Dalam konteks tersebut, kata dia, peran Kowal relevan dan inspiratif.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Kowal dalam berbagai tugas negara, mulai dari pertahanan dan keamanan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga peran edukatif yang mendorong semangat bela negara di kalangan generasi muda.
“Kehadiran Kowal memberikan pesan kuat bahwa perempuan memiliki peran yang setara dan strategis dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, termasuk di sektor pertahanan laut,” ujarnya.
Dia berharap, semangat dan nilai-nilai yang ditunjukkan Kowal dapat menjadi teladan bagi perempuan Maluku untuk terus berprestasi di berbagai bidang, tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat kepulauan yang menjunjung tinggi nilai keberanian dan pengabdian.
Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus mendukung sinergi dengan TNI Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perairan Maluku serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berwawasan kebangsaan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026